TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Kenneth menilai, peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pengguna transportasi kereta api.
"Saya secara pribadi mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam dalamnya kepada seluruh keluarga korban.
Semoga korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Kenneth, Rabu (29/4/2026).
Kenneth pun mendoakan para korban luka yang dirawat agar segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
"Insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya operator dan regulator perkeretaapian, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan," ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu. menegaskan, pentingnya investigasi yang transparan dan menyeluruh guna mengungkap penyebab utama kecelakaan, sehingga langkah pencegahan dapat segera diterapkan.
"Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional," tegas Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.
Selain itu, Kennet mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap sistem operasional, pengaturan jalur, serta standar keamanan, khususnya di titik-titik rawan pertemuan lintasan kereta api.
“Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,” tegasnya.
Kenneth juga berharap keluarga korban mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara medis maupun psikologis.
Ia menekankan pentingnya proses investigasi yang berjalan secara transparan agar publik memperoleh kejelasan atas peristiwa tersebut.
Kenneth pun menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi petugas serta penerapan teknologi otomatis, guna mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang.
Selain itu, ia juga meminta agar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan ditegakkan tanpa kompromi.
"Setiap potensi kelalaian harus bisa diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak," tambahnya.
Di sisi lain, Kenneth sangat mengapresiasi kerja cepat tim SAR, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban.
Ke depan, Kenneth berharap adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator kereta api guna memastikan keselamatan penumpang.
"Peristiwa ini tidak boleh terulang kembali. Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan dapat dipercaya masyarakat," pungkasnya.