TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut kronologi seorang penambang meninggal di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Bolmong, Sulawesi Utara (Sulut).
Bolmong atau Bolaangmongondow adalah satu dari 15 kabupaten kota yang ada di Sulawesi Utara.
Bolmong masuk dalam wilayah BMR atau Bolmong Raya.
BMR selain dikenal dengan pertaniannya, di sana juga terkenal dengan tambang emasnya.
Dan di salah satu lokasi tambang yang ada di Bolmong itulah seorang penambang berusia 51 tahun tewas tertimbun longsor di lubang tambang.
Korban bernama Andreas Kamuntuan, warga Pusian Barat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 29 April 2026 malam di PETI Oboy, desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban awalnya bersama beberapa penambang mencari material di PETI Oboy.
Korban kemudian masuk ke dalam lubang bersama rekannya untuk bergantian mengambil material.
Naasnya, saat berada didalam lubang material diatas kepala korban longsor dan menimpanya.
Beberapa rekan kemudian mengevakuasi korban dan dibawah ke RSUD Pobundayan, Kotamobagu.
Namun sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.
"Korban sudah dinyatakan meninggal dunia saat berada di RS Pobundayan," ujar salah seorang keluarga.
Sementara itu, Camat Dumoga Rolly Awuy saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar," ujarnya singkat.
"Saat ini korban sudah dikembalikan ke rumahnya," beber dia.
Kasat Reskrim Polres Bolmong Iptu Hardi Yanto Daenk belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.
Sebelumnya, aktifitas pertambangan ilegal di Sulawesi Utara juga memakan korban.
Rabu 22 April 2026, dua orang warga Minahasa Tenggara menjadi korban.
Mereka tertimbun di dalam lubang tambang.
Kejadian seperti ini bukan baru kali ini terjadi di Sulawesi Utara.
Berikut daftar kasus warga meninggal di lokasi tambang yang ada di Sulut:
1. Tiga Orang Terjebak Air di Lokasi Tambang Emas Tatelu Minahasa Utara
Tiga penambang meninggal di Tambang Emas Tatelu, Minahasa Utara (Minut), pada Jumat (6/12/2024).
Mereka terjebak dalam lubang.
Proses evakuasi berlangsung hingga Minggu (8/12/2024).
"Kedalamanya kira-kira sekitar 30 meter," kata seorang penambang yang tak mau disebut namanya.
Terjebak Air
Awalnya dalam lubang tambang tersebut ada 6 orang.
Dimana posisinya 3 orang berada jauh di dalam.
Sementara tiga lainnya berada lebih dekat dari lubang masuk keluar tambang.
Saat sedang menambang tiba-tiba air muncul dari dalam tambang.
Sontak para penambang yang berada didalam memberi informasi ke rekan lainnya, ada air di dalam tambang.
"Informasi, ada air di dalam tambang adalah tiga penambang (korban) didalam.
Tapi (mereka) sudah tidak sempat menyelamatkan diri karena jauh dari jalur keluar," ujar seorang penambang, rekan korban.
Dari 6 orang yang awalnya berada dalam lubang tambang, 3 orang berhasil menyelamatlan diri.
Sementara 3 orang lainnya terjebak karena air sudah banyak di dalam lubang tambang.
Penyebab muncul air di dalam tambang, menurut rekan korban diduga dari lubang lain.
"Kemungkinan air tembusan, masuk dari lubang yang lain," kata rekan korban.
2. Dua Orang Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang Emas Tabukan Selatan Sangihe
Peristiwa ini terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dusun Entanamahamu, Kampung Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (22/8/2025) sekitar pukul 11.30 Wita.
Dua penambang dilaporkan tertimbun longsoran tanah saat bekerja di lubang galian.
Kedua korban diketahui bernama Jatri Lomboh, warga Lindongan 1 Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, dan Viktor Luis Pontoh alias Luis, warga dengan alamat sama.
Menurut keterangan saksi pertama, Jun Vendri Diamare alias Nun, sekitar pukul 09.00 Wita ia bersama kedua korban dan tiga rekan lainnya mulai bekerja di PETI milik keluarga Tatali dengan penanggung jawab Faizal Tatali.
Saat meninggalkan lubang yang kedalamannya sekitar dua meter, ia menerima kabar bahwa tanah longsor menimbun dua rekannya yang masih berada di bawah.
Saksi kedua, Fiali Aer, mengaku saat itu ia sedang duduk tidak jauh dari lokasi lubang.
Ia melihat langsung tanah longsor dan menimbun korban.
“Saya langsung berteriak memanggil rekan lain dan memberi tahu bahwa ada longsor,” ungkapnya.
Saksi ketiga, Adrianto Mehipe alias Nino, yang bekerja di dekat lokasi, juga menyaksikan longsoran tanah menimpa tubuh kedua korban.
Peristiwa itu terjadi begitu cepat sehingga dirinya tidak sempat menyelamatkan korban.
3. Dua Warga Tewas di Lokasi Tambang Emas di Lolayan Bolmong
Dua warga asal Desa Bintau, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolmong, ditemukan tewas di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Senin 20 April 2026.
Kedua korban diketahui bernama Roma Damapolii (26) dan Romi Damapolii (31).
Dari laporan yang diperoleh Tribunmanado.co.id, keduanya tewas setelah terperosok ke dalam lubang tambang emas setinggi 10 meter.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurut perwira dua balok tersebut, pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melakukan police line.
"Kami dengan Polsek Lolayan sudah ke lokasi dan melakukan police line," ujarnya.
Ia mengatakan kedua korban adalah pekerja kongsi di PETI Tanoyan Selatan tersebut.
"Korban ditemukan oleh pekerja lain, ada yang lihat korban jatuh ke dalam lubang tambang," ucapnya.
Proses evakuasi kedua korban cukup memakan waktu.
Pasalnya, lubang tambang tempat korban terperosok sudah dipenuhi zat asam.
"Dugaan sementara kedua korban meninggal karena zat asam ini," tuturnya.
4. Dua Warga Tertimbun di Lokasi Tambang Emas di Minahasa Tenggara
Dua penambang tewas tertimbun material saat sedang bekerja di tambang emas hutan Alason, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Rabu 22 April 2026.
Dari informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, kedua korban bernama Klif Kalesaran dan Moudi Waworuntu.
Keduanya diketahui ada warga Kecamatan Ratahan, Kabupaten Mitra.
Salah seorang penambang di Kecamatan Ratatotok berinisial BK mengatakan kedua korban tewas tertimbun saat sedang berada didalam lubang tambang.
"Mereka berdua tewas saat bekerja didalam lubang tambang," ujarnya saat ditemui, Rabu 22 April 2026 di Ratatotok.
Usai tertimbun, beberapa penambang lainnnya coba menyelamatkan kedua korban.
Sayangnya, nyawa kedua korban tak bisa tertolong lagi.
"Pada saat kami bawa ke RS Ratatotok keduanya sudah meninggal," kata saksi.
"Wajah mereka sudah membiru," beber dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mitra AKP Lutfi Arinugraha Pratama membenarkan kejadian tersebut.
Ia menegaskan sudah menangani kasus tersebut dengan melakukan police line di lokasi.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, selain itu police line juga sudah dilakukan," tandasnya.
22 Agustus 2025
Lokasi: Dusun Entana Mahamu, Kampung Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dua dari penambang meninggal dunia karena tertimbun longsor. Satu penambang lainnya selamat.
13 Juli 2025
Lokasi: PETI Oboy di Desa Pusian Barat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong.
Seorang penambang meninggal dunia tertimpa pohon di lokasi PETI saat beraktivitas di kawasan pertambangan emas. Namun nyawa korban tak tertolong meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit.
21 Mei 2025
Lokasi: Desa Buyat Dua, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Lima orang meninggal tertimbun saat beraktivitas di dalam lubang tambang.
30 September 2023
Lokasi: Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara.
2 penambang mengalami kecelakaan saat beraktivitas di dalam lubang tambang. Tali yang mereka gunakan naik dan turun terputus. Satu korban meninggal, satu lainnya mengalami patah kaki.
12 April 2023
Lokasi: Mopugad Utara, Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow.
9 penambang ditemukan tak sadarkan diri dalam lubang tambang. Tiga di antaranya meninggal. Mereka diduga sesak napas karena mengirup karbon dioksida yang lebih dikenal dengan sebutan zat asam.
17 Maret 2023
Lokasi: Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
1 penambang meninggal tertimbun longsor di WPR KUD Nomontang, Goropai, Lanut, Modayag, Boltim.
24 Februari 2022
Lokasi: Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
2 penambang meninggal hirup zat asam saat beraktivitas di lokasi tambang WPR Tobongon.
12 Januari 2022
Lokasi: Atoga Timur, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
2 penambang meninggal hirup zat asam saat beraktivitas di dalam lubang tambang.
8 November 2021
Lokasi: Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow.
9 orang selamat setelah tertimbun di lokasi tambang Lembah Sunyi, Kecamatan Dumoga Barat, Bolmong.
8 September 2021
Lokasi: Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
5 penambang meninggal setelah menghirup zat asam di dalam lubang tambang.
18 Maret 2021
Lokasi: Desa Karimbow, Kabupaten Minahasa Selatan.
2 penambang meninggal tertimbun longsor saat beraktivitas di dalam tambang PT SEJ.
15 Desember 2020
Lokasi: Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
2 penambang meninggal tertimbun longsor di PETI kawasan KR Megawati Soekarnoputri.
26 November 2020
Lokasi: Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
2 penambang meninggal tertimbun di PETI kawasan KR Megawati Soekarnoputri.
26 Oktober 2020
Lokasi: Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
1 penambang meninggal tertimbun di PETI kawasan KR Megawati Soekarnoputri.
18 Juni 2020
Lokasi: Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
1 penambang meninggal tertimbun longsor di PETI kawasan KR Megawati Soekarnoputri.
6 Februari 2020
Lokasi: Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
2 penambang meninggal tertimbun longsor.
26 November 2019
Lokasi: Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
1 penambang meninggal tertimbun longsor, satu orang lainnya patah kaki di PETI Tapa Galle.
29 Juli 2019
Lokasi: Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
2 penambang meninggal tertimbun longsor di PETI Desa Bakan.
26 Februari 2019
Lokasi: Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
21 penambang meninggal tertimbun longsor di PETI Superbusa, Bakan.
(Tim TribunManado.co.id/Nie/TIM