TRIBUNNEWS.COM - Hasil Atletico Madrid vs Arsenal laga leg pertama semifinal Liga Champions berakhir dengan skor 1-1, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB di Metropolitano Stadium.
Arsenal mencetak gol lebih dulu sebelum jeda turun minum lewat penalti Gyokeres (44') sebelum disamakan Julian Alvarez di awal babak kedua dari titik putih penalti.
Laga menarik dari kedua tim bagaimana keduanya sama-sama kuat dalam bertahan ketika menghadapi serangan lawan yang menguasai bola.
Hasil ini menjadi keuntungan bagi Arsenal untuk leg kedua yang akan berlangsung di Emirates Stadium pada Rabu (6/5) mendatang.
Mantan striker Rangers, Ally McCoist berbicara kepada BBC, hasil imbang antara Atletico vs Arsenal dapat diprediksi sebelum laga.
"Tidak ada kejutan besar dalam hasil imbang, kami memprediksi hasil ini sebelum pertandingan dimulai," ucap Ally.
"Hasil imbang yang terhormat dengan segalanya masih bisa terjadi di Emirates pekan depat," tambahnya.
Di awal babak pertama, Atletico Madrid mengambil inisiatif serangan lebih dulu dari upaya Julain Alvarez, namun dapat diblok oleh Declan Rice.
Pada menit keenam, giliran Arsenal yang menciptakan peluang.
Noni Madueke berhasil melewati dua adangan pemain Atletico Madrid saat menuju gawang. Ia melepaskan umpan silang yang kemudian disontek oleh Hincapie.
Namun bola sontekan Hincapie masih melebar dari gawang Atletico Madrid.
Setelah itu, tim asuhan Diego Simeone memgang kendali permainan dengan menguasai bola.
Upaya untuk membuka keunggulan lebih dulu masih terbentur dengan rapatnya pertahanan skuad Arteta.
Pada menit ke-14, kiper Arsenal David Raya melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan tepat sasaran dari Julian Alvarez.
Tak lama setelah itu, Arsenal melakukan serangan balik dari aksi Gyokeres di sisi sayap kiri.
Gyo memberikan umpan silang akurat kepada Odegaard yang kemudian dia kontrol dan lepaskan tembakan jarak dekat.
Tapi sayang, upaya Odegaard diadang oleh Johnny Cardoso.
Kedua tim saling jual beli serangan setelah itu, namun tidak menimbulkan peluang yang berarti.
Pada pertengahan babak pertama, Alvarez hampir saja mencetak gol setelah menyambut umpan lengkung dari Matteo Ruggeri di sisi kiri.
Tapi bola sundulan Alvarez masih melambung di atas gawang Arsenal.
Pada menit ke-30 giliran Arsenal. Madueke mendapat ruang yang bagus di depan kotak penalti Atletico Madrid.
Dia memanfaatkan ruang tersebut dengan melepaskan plesing ke tiang jauh sisi kanan gawang Atletico, tetapi bola tembakannya masih melebar tipis.
Arsenal beberapa kali mencoba menyerang dari sisi sayap kiri untuk menciptakan peluang, namun masih dapat dibendung oleh lini pertahanan Atletico Madrid.
Upaya Arsenal untuk membuka keunggulan lebih dulu membuahkan hasil pada menit ke-44 lewat titik putih penalti.
Arsenal mendapat hadiah penalti dari wasit setelah Hancko menjatuhkan Gyokeres. Insiden itu sempat ditinjau VAR, yang kemudian diputuskan penalti untuk Arsenal.
Gyokeres maju sebagai eksekutor penalti Arsenal. Tendangan kerasnya ke sisi kiri gawang dapat dibaca Oblak namun gagal dia tangkap.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga jeda turun minum.
Setelah jeda turun minum, intensitas serangan Atletico Madrid meningkat.
Lookman punya peluang emas menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak dekat yang begitu keras, tetapi dapat ditepis oleh Raya.
Pada menit ke-54 berasal dari sebuah tendangan sudut, M Llorente melepaskan tembakan dari garis terluar kotak penalti. Bola tersebut mengenai tangan Ben White dan wasit menunjuk titik putih setelah pengecekan VAR.
Julian Alvarez yang maju sebagai eksekutor penalti Atletico Madrid tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan tembakan keras ke pojok kanan gawang Raya.
Skor 1-1 untuk kedua tim (56').
Enam menit berselang, Atletico Madrid hampir mencetak gol kedua dari kaki Griezmann.
Berawal dari intensitas serangan yang lebih agresif, Lookman memberikan umpan pendek kepada Griezmann yang kemudian langsung ia tembak.
Bola tersebut mengecoh Raya, namun beruntungnya masih membentur mistar gawang.
Tim asuhan Diego Simeona sejauh ini benae-benar menunjukkan peningkatan serangan dibandingkan 45 menit pertama.
Sementara skuat Arteta kesulitan menemukan ritme, berbagai pelanggaran dilakukan oleh Rice dan kolega untuk menghentikan permainan Atletico.
Pada menit ke-67, Arteta melakukan 3 pergantian sekaligus, setelah sebelumnya menarik Odegaard dengan memainkan Eze.
Gabriel Jesus, Trossard, dan Bukayo Saka masuk untuk menggantikan Madueke, Gyokeres, serta Martinelli.
Sejauh ini, Arsenal belum dapat menciptakan peluang ke gawang Atletico Madrid.
Sementara Raya terus melakukan penyelamatan di bawah mistar gawang.
Atletico Madrid memainkan babak kedua dengan penuh tekanan untuk Arsenal. Pada menit ke-73 clearence yang tidak sempurna dari White memberikan Lookman untuk melepaskan tembakan.
Beruntung bagi Arsenal bola tembakan terlalu lemah dan mengarah tepat ke sisi Raya berdiri.
Pada pertengahan babak kedua, Julian Alvarez tidak dapat melanjutkan permainan, ia berjalan tertatih-tatih saat berjalan menuju bench pemain.
Pada menit ke-78, Arsenal kembali mendapat penalti dari wasit.
Berawal dari umpan Saka ke arah Eze di kotak penalti. Eze terlibat duel dengan Hancko yang dianggap menjegal upaya pemain asal Inggris tersebut.
Wasit Danny Makkelie berkomunikasi dengan wasit VAR, sebelum akhirnya ia melihat langsung tayangan ulang dari pinggir lapangan.
Setelah meninjau VAR, Makkelie membatalkan keputusannya memberikan penalti kepada Arsenal.
Arsenal memegang penguasaan bola setelah itu, tetapi tidak kesulitan menembus pertahanan Atletico Madrid.
Pada menit ke-86, Mosquera yang masuk menggantikan White melepaskan tembakan percobaan ke gawang Atletico namun dapat ditepis Jan Oblak.
Di masa tujuh menit tambahan waktu babak kedua, Molina sempat menebar ancaman ke gawang Arsenal. Tendangan kerasnya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta
Atletico Madrid
Oblak, Ruggeri, Cardoso, Koke, Hancko, Pubill, Simeone, Lookman, Griezmann, Julian Alvarez.
Pelatih: Diego Simeone
Arsenal
Raya, Saliba, Gabriel magalhaes, Ben White, Hincapie, Zubimendi, Rice, Odegaard, Madueke, Martinelli, Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta
(Tribunnew.com/Sina)