SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi siap mencatat sejarah baru di dunia olahraga.
Daerah ujung timur Pulau Jawa ini akan menjadi tuan rumah dua ajang balap sepeda internasional bergengsi, yaitu Banyuwangi BMX Supercross dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, menyampaikan, Banyuwangi BMX Supercross dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan, Semangat Kebersamaan dan Kesederhanaan Masyarakat Desa di Banyuwangi
"Akan digelar di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar di Kecamatan Muncar," kata Alfin kepada SURYA.co.id, Rabu (29/4/2026).
Sirkuit tersebut merupakan arena supercross berstandar olimpiade yang rampung dibangun pada 2025.
Sebelumnya, event BMX kelas dunia juga digelar di sirkuit tersebut pada tahun sebelumnya.
Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan menjadi ajang balap sepeda yang masuk dalam kalender resmi federasi balap sepeda dunia (Union Cyclistr Internationale (UCI) dengan kategori class 1.
Kompetisi tersebut akan menjadi wadah pembelap sepeda BMX dari beberapa negara untuk bertanding dalam kelas-kelas yang diperlombakan.
Antara lain kelas challenge boys and girls, challenge man, master, championship elite, championship junior, dan champhionship U-23.
"Hadirnya pembalap dari berbagai negara dan event yang digelar di sirkuit berstandar internasional akan menjadi daya tarik utama event ini," kata Alfin.
Sementara ajang BIG Downhill akan digelar pada 19-20 September 2026.
Para pembalap terbaik tingkat nasional dan pembalap dari luar negeri akan beradu cepat di Sirkuit Gantasan.
Berada di kaki Pegunungan Ijen, balapan ini menyuguhkan pemandangan apik perkebunan di ketinggian.
"Ajang ini juga masuk dalam kalender UCI Class 1," tambah Alfin.
Alfin mengatakan, dua event balap sepeda ini akan menjadi pelengkap event-event sport tourism lain yang digelar di Kabupaten Banyuwangi.
Sport tourism menjadi salah satu jenis pariwisata yang tengah berkembang di Bumi Blambangan.