SURYA.co.id – Surabaya diprakirakan mengalami kondisi cuaca yang cukup dinamis pada Kamis, 30 April 2026, dengan potensi hujan ringan di beberapa waktu tertentu.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 29 derajat Celsius sepanjang hari.
Tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, yakni antara 77 hingga 97 persen, yang membuat udara terasa lebih lembap. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 8,3 kilometer per jam.
Pada dini hari, cuaca cenderung didominasi hujan ringan yang berpotensi turun sejak pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Memasuki pagi hari, kondisi cuaca berangsur membaik namun masih didominasi awan tebal hingga menjelang siang.
Pada siang hari, hujan ringan kembali berpotensi terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara itu, pada sore hingga malam hari, cuaca cenderung berawan dan relatif lebih stabil.
Kondisi ini menunjukkan adanya transisi cuaca yang cukup fluktuatif antara pagi, siang, dan malam hari di wilayah Surabaya.
Pada pagi hari, Surabaya diprediksi didominasi kondisi berawan sejak pukul 04.00 hingga 10.00 WIB.
Meskipun hujan ringan sempat terjadi di dini hari, intensitasnya mulai menurun menjelang pagi.
Aktivitas warga masih dapat berlangsung normal, namun langit cenderung tertutup awan tebal.
Memasuki siang hari, potensi hujan ringan kembali muncul sekitar pukul 13.00 WIB.
Kondisi ini disertai kelembapan udara yang tinggi sehingga terasa lebih gerah.
Setelah hujan, cuaca kembali berawan hingga sore hari.
Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 29 April 2026: Waspada Potensi Hujan dari Pagi hingga Malam
Pada malam hari, cuaca di Surabaya diperkirakan relatif stabil dengan dominasi berawan mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.
Tidak ada indikasi hujan lebat, namun udara tetap terasa lembap.
Kondisi ini cocok untuk aktivitas ringan di dalam maupun luar ruangan dengan tetap waspada perubahan cuaca.
Masyarakat diimbau untuk tetap membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dini hari dan siang hari.
Pengendara juga disarankan berhati-hati karena jalanan bisa licin saat hujan ringan turun.
Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi karena kelembapan udara yang cukup tinggi dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.
Pengguna jalan di Kota Surabaya diimbau untuk mencari rute alternatif demi mengantisipasi kemacetan adanya aksi demo sopir truk.
Sebanyak 1.500 massa aksi dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) dilaporkan akan membawa sekitar 900 unit truk untuk menggelar demonstrasi besar-besaran selama dua hari, mulai Rabu (29/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026).
Aksi ini dipicu oleh keresahan para sopir truk terkait regulasi barcode BBM subsidi yang dinilai merugikan para sopir angkutan logistik.
Agar tidak terjebak kemacetan, warga Surabaya dan sekitarnya perlu mencatat rute dan lokasi yang akan menjadi titik konsentrasi massa.
Berdasarkan keterangan koordinator aksi, massa akan bergerak dari Sidoarjo menuju pusat kota dan kawasan pelabuhan.
"Ya kami besok di 2 lokasi, berangkat dari Rusunawa Jemundo Sidoarjo lalu kumpul di Bundaran Waru atau Cito. Langsung menuju ke 2 lokasi itu," ujar Angga Firdiansyah, Ketua atau Koordinator Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT) saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).
Adapun dua lokasi utama yang akan dipadati ratusan truk adalah:
Kehadiran 900 truk di titik-titik tersebut diprediksi akan berdampak signifikan pada arus lalu lintas di jalur protokol Ahmad Yani, Wonokromo, hingga akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Berdasarkan informasi mengenai titik kumpul massa di Bundaran Waru/Cito dan lokasi aksi di Jagir serta Perak, berikut adalah rute alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Surabaya:
1. Menghindari Bundaran Waru / CITO (Titik Kumpul)
Bundaran Waru adalah pintu masuk utama Surabaya yang paling terdampak.
Via Tol: Jika Anda menggunakan mobil, sangat disarankan masuk ke dalam kota melalui Tol Gunungsari atau Tol Satelit. Jika ingin ke arah Surabaya Timur, bisa keluar di Tol Rungkut atau Tambak Sumur.
Jalur Alternatif Motor: Gunakan jalur tikus melalui Masjid Al-Akbar (Pagesangan) lalu tembus ke arah Menanggal atau Gayungan, namun tetap waspadai kepadatan di sekitar frontage Ahmad Yani.
2. Menghindari Jalan Jagir Wonokromo (Kantor Pertamina Patra Niaga)
Jalan Jagir merupakan jalur penghubung penting antara Surabaya Selatan dan Timur.
Dari Selatan ke Utara: Gunakan Jalan Ngagel atau Jalan Raya Manyar sebagai alternatif. Hindari melintas di depan Stasiun Wonokromo.
Dari Timur ke Barat: Gunakan rute melalui Jalan Panjang Jiwo tembus ke Jalan Prapen atau melalui jembatan Ujung Galuh untuk langsung menuju area Darmo/Pusat.
3. Menghindari Kawasan Jalan Perak Barat (Depo Pertamina)
Area ini merupakan akses utama menuju pelabuhan.
Gunakan Jalan Perak Timur: Biasanya jika Perak Barat padat, arus dialihkan ke Jalan Perak Timur (jalur dua arah sementara).
Via Tol Dupak/Perak: Lebih aman menggunakan akses tol langsung yang keluar di dermaga atau area Pelabuhan Tanjung Perak untuk menghindari kerumunan di jalan protokol.
Jalur Alternatif: Bisa memutar melalui Jalan Jakarta atau Jalan Hang Tuah jika ingin menuju ke arah Surabaya Utara lainnya.