Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kelompok mahasiswa KKN di Taniwel Timur dorong Pemerintah Daerah dalam membangun infrastruktur jalan tani di Uwen gabungan, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Hal ini agar menunjang distribusi hasil kelapa yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Masyarakat desa yang bergantung pada jalan ini ialah Desa Waraloin, Musihuwey, Solea, Uwen pantai,dan Tounusa, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku.
Baca juga: Jadwal Lengkap KM Sabuk Nusantara 34 Rute Ambon dan Sekitarnya, 30 April–11 Mei 2026
Baca juga: Sempat Buron Lama, Terpidana Asusila Ode Usman Akhirnya Ditangkap Intel Kejari Buru
Dorongan ini muncul setelah melihat kondisi akses jalan yang belum beraspal, sehingga menghambat proses pengangkutan hasil panen dari kebun ke pasar.
Sebab ketika musim hujan tiba, kendaraan mengalami kesulitan bergerak, dan tak sedikit kendaraan terperosok ke dalam lumpur dan tertancap, apalagi ketika adanya beban muatan yang cukup berat.
Dewi Alma Tualepe, selaku Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Unpatti pada Desa musihuwey, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tani bukan soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Mengingat keterbatasan akses jalan membuat distribusi hasil pertanian melambat, selain itu biaya pengangkutan akan bertambah.
“Jalan ini sangat penting dan menjadi akses utama untuk masyarakat punya penghasilan. Di jalur itu banyak kelapa sebagai mata pencarian utama warga di sana. Dari kelapa mereka buat kopra dan minyak VCO. Tapi karena jalan yang belum beraspal, ketika musim hujan tinggi, tak sedikit mobil terperosok. Bahkan lumpurnya hampir selutut,” ungkapnya.
“Kami melihat langsung bagaimana petani kesulitan mengangkut hasil kelapa. Jalan yang rusak membuat biaya angkut juga semakin meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama,” tegas Tualepe.
Dilain sisi, menurunnya nilai jual hasil kelapa ketika distribusinya terlambat. Akses yang sulit juga membuat para pengepul enggan masuk ke wilayah kebun.
Mahasiswa menilai, Pemerintah daerah bersama DPRD perlu memberikan perhatian serius terhadap persoalan itu.
Mereka mendorong adanya kebijakan konkret yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
“Kalau infrastruktur jalan diperbaiki, maka rantai pasok hasil kelapa akan lebih lancar. Ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,”lanjutnya.
Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang dibangun nanti.
Mereka berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti, mengingat sektor kelapa memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Taniwel Timur. (*)