TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga Perumahan Bumi Salupangi Sejahtera, Desa Patidi, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, digegerkan penemuan ari-ari bayi yang terkubur di lahan warga, Kamis (30/4/2026) pagi.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan seorang warga setempat bernama Marwan.
Ia mengaku melihat ada yang janggal pada tumpukan rumput alang-alang di sekitar rumahnya sejak Rabu siang.
"Saya curiga karena tumpukan alang-alang yang baru saya bersihkan bergeser dari tempat semula," ujar Marwan kepada awak media di lokasi kejadian.
Baca juga: Drainase Tertutup Tanah, Jalan Pattimura Pasangkayu Rawan Banjir saat Hujan
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Mateng Marah, Perusahaan Tak Ikuti Aturan Harga TBS Sawit Ditetapkan Pemerintah
Lantaran merasa penasaran, ia kemudian mencoba menggali titik tumpukan rumput tersebut.
Saat itulah ia menemukan bungkusan kain putih yang tertanam di dalam tanah.
Setelah diperiksa, bungkusan tersebut ternyata berisi ari-ari bayi yang kondisinya masih segar dan menyisakan bercak darah.
Marwan menduga ari-ari tersebut baru saja dikuburkan oleh seseorang dalam waktu singkat.
Temuan ini lantas dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.
Kapolsekta Mamuju, AKP Mustafa, membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyatakan personel kepolisian telah ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan saksi.
"Setelah menerima laporan, kami langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan kebenaran informasi tersebut," kata AKP Mustafa saat ditemui di TKP.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, Mustafa memastikan ari-ari tersebut bukanlah hasil dari tindak kriminal atau pembuangan bayi secara ilegal.
"Hasil pengecekan kami, ari-ari itu milik pasangan suami istri yang tinggal di sekitar lokasi. Sang ibu baru saja melahirkan di rumah sakit, dan ari-ari tersebut dibawa pulang lalu dikuburkan oleh suaminya," jelas Mustafa.
Ia menambahkan, saat ini sang ibu bayi masih menjalani masa pemulihan di rumah sakit.
Mustafa pun mengimbau masyarakat agar tidak lagi resah dan memastikan situasi di lingkungan perumahan tersebut telah kembali kondusif.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi