Batalkan Rencana Demo ke DPR KSPI Pilih Rayakan May Day 2026 Bersama Presiden di Monas
Joanita Ary April 30, 2026 12:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memutuskan membatalkan rencana unjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung di Gedung DPR RI, Jumat (1/5/2026).

Sebagai gantinya, peringatan tersebut akan digelar dalam bentuk perayaan bersama pemerintah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan antara pimpinan serikat buruh dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang disebut berlangsung hampir satu setengah jam itu, sejumlah tuntutan buruh disampaikan secara langsung kepada kepala negara.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan bahwa hasil dialog tersebut mendorong perubahan sikap dari aksi jalanan menjadi perayaan yang lebih bersifat kolaboratif.

Ia menyebut, KSPI bersama Partai Buruh dan elemen serikat pekerja lainnya sepakat untuk menghadiri peringatan May Day bersama Presiden di Monas.

“Maka dari diskusi yang kurang lebih hampir satu jam setengah tersebut, KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman serikat buruh lainnya di Monas,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Langkah ini menandai pendekatan yang berbeda dalam tradisi peringatan Hari Buruh di Indonesia, yang selama ini identik dengan aksi demonstrasi dan penyampaian aspirasi di ruang publik.

Pergeseran ke arah perayaan bersama pemerintah dinilai sebagai bentuk terbukanya ruang dialog antara buruh dan negara, meskipun sejumlah kalangan tetap menyoroti pentingnya menjaga independensi gerakan buruh.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, membenarkan bahwa Presiden telah diagendakan untuk hadir dalam acara puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 di Monas.

Kehadiran Presiden diharapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam merespons aspirasi pekerja sekaligus memperkuat hubungan antara negara dan kelompok buruh.

Peringatan May Day tahun ini diperkirakan tetap akan dihadiri ribuan pekerja dari berbagai wilayah, meski tanpa agenda aksi unjuk rasa besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Fokus kegiatan akan diarahkan pada perayaan, orasi kebangsaan, serta penyampaian aspirasi secara lebih dialogis.

Di tengah dinamika tersebut, publik kini menantikan sejauh mana hasil pertemuan antara pemerintah dan serikat buruh dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang menyentuh kesejahteraan pekerja di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.