TRIBUNTRENDS.COM - Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota polisi diduga mengisap rokok elektrik mengandung narkoba langsung menyita perhatian publik.
Rekaman tersebut viral di media sosial dan memicu sorotan tajam terhadap perilaku aparat penegak hukum.
Pihak Polda Sumatera Utara pun bergerak cepat merespons isu tersebut. Kepala Bidang Humas, Ferry Walintukan, membenarkan bahwa sosok dalam video adalah seorang anggota polisi berinisial Kompol DK.
Baca juga: Diduga Selingkuh dengan ASN, Oknum Polisi Polres Nganjuk Digrebek Keluarga, Ngontrak Rumah Bareng
Dalam potongan video yang beredar luas, Kompol DK terlihat duduk bersama seorang wanita. Namun pada bagian lain, kondisinya tampak berubah drastis.
Ia terlihat lemas seperti kehilangan kesadaran, bahkan harus dibopong oleh rekannya.
Cuplikan tersebut memunculkan dugaan bahwa rokok elektrik yang digunakan mengandung zat terlarang, sehingga menimbulkan reaksi yang tidak wajar.
Baca juga: Hotman Paris Kecewa Kasus Calon Polwan Dirudapaksa Oknum Polisi Baru Direspon Setelah WA Kapolri
Menanggapi viralnya video tersebut, Ferry menjelaskan bahwa kejadian itu bukan peristiwa baru.
Video itu disebut direkam pada tahun 2025, saat Kompol DK masih menjabat sebagai Kanit 1 Subdit III Ditresnarkoba.
Menurut penjelasan kepolisian, saat itu yang bersangkutan tengah menjalankan tugas dalam penanganan kasus narkoba, khususnya untuk mengungkap jaringan peredaran barang terlarang.
Meski disebut terjadi saat menjalankan tugas, pihak kepolisian tetap mengambil langkah tegas. Kompol DK kini menjalani proses pemeriksaan etik.
"Yang bersangkutan sudah dipatsus hari ini," ujar Ferry.
Langkah penempatan khusus (patsus) dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan sebagai bagian dari penegakan disiplin internal Polri terhadap dugaan pelanggaran.
Baca juga: Calon Polwan Dirudapaksa Oknum Polisi, Polda Jambi Lalai, Diproses Setelah Hotman Paris WA Kapolri
Selain dipatsus, Kompol DK juga telah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes urine.
"Hasil urine negatif," kata Ferry.
Sementara itu, pemeriksaan lanjutan melalui analisis rambut masih menunggu hasil dari laboratorium forensik.
Tes ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya indikasi penggunaan zat terlarang dalam jangka waktu lebih panjang.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa setiap tindakan aparat berada dalam sorotan publik.
Terlebih ketika menyangkut isu sensitif seperti narkoba, yang selama ini menjadi fokus utama penegakan hukum.
Langkah cepat yang diambil kepolisian diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani secara transparan dan profesional.
***
(TribunTrends/TribunMedan)