BOLASPORT.COM - Komdis PSSI dikabarkan sudah mengeluarkan hukuman usai adanya kejadian tendangan kungfu yang hadir di laga pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).
Hasilnya, pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, yang melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, dihukum larangan bermain selama satu tahun.
Hukuman yang sama juga didapatkan oleh Rakha Nurkholis.
Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, membenarkan hukuman dari Komdis PSSI yang sudah diterima oleh klub berjulukkan Banten Warriors tersebut.
Ardian tidak tahu hukuman apa yang didapatkan oleh Fadly Alberto di Bhayangkara FC U-20.
Ia hanya cukup kaget ternyata Rakha Nurkholis yang menjadi korban mendapatkan hukuman juga dari Komdis PSSI.
"Sanksi untuk Dewa United U-20 sudah turun."
"Saya tidak tahu sanksi seperti apa yang diberikan kepada Bhayangkara FC U-20," kata Ardian kepada BolaSport.com.
"Ada hukuman larangan bermain satu tahun (Rakha Nurkholis)," lanjutnya.
Ardian memberikan pesan kepada para pemain muda Dewa United U-20.
Hukuman ini menjadi pengingat bahwa bermain sepak bola harus bisa lebih bersabar.
"Semoga ini menjadi pelajaran untuk semua."
"Para pemain Dewa United U-20 bisa belajar dari hari ini dan tidak mengulangi lagi kejadian ke depannya."
"Terakhir, semoga Komdis PSSI bisa lebih adil," kata Ardian.
Sejauh ini, Ardian belum berencana untuk melakukan banding.
Sebelumnya, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis sudah saling memaafkan.
Skuad Bhayangkara FC U-20 datang langsung ke Dewa United U-20 untuk bertemu di Dewa United Arena, Tangerang, pekan lalu.
Dalam acara mediasi itu, keduanya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Termasuk Dewa United U-20 yang tidak mengambil ke jalur hukum akibat kejadian dari Fadly Alberto.
"Kemarin kami bicara semua untuk mediasi dan orang tua dari anak-anak Dewa United U-20 juga berpendapat."
"Kami saling memaafkan dan biar sama-sama belajar untuk ke depannya."
"Masa depan pemain juga masih jauh dan biarkan ini menjadi sebuah pembelajaran untuk mereka semuanya," tutup Ardian.