TRIBUNNEWS.COM - Profil Timnas Australia di Piala Dunia 2026 menarik dibahas bersamaan dengan konsistensi mereka yang tidak pernah absen sejak terakhir berpartisipasi pada edisi 2006 silam.
Tergabung ke dalam konfederasi AFC (Asian Football Confederation), Timnas Australia menjadi salah satu tim kuat dari kawasan Asia.
Terakhir, Timnas Australia sukses menjuarai FIFA Series 2026 mengalahkan Kamerun dan Curacao.
Dengan bekalnya itu, Timnas Australia siap menyambut Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Timnas Australia akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan tergabung ke dalam Grup D bersama Turki, Paraguay, dan Amerika Serikat.
Baca juga: Pelatih Timnas Australia Soal Atmosfer 70 Ribu Penonton SUGBK: Indonesia Harus Bangga
Australia terletak di belahan bumi selatan, tepatnya di kawasan Oseania yang diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Posisinya yang relatif terpencil membuat Timnas Australia menghadapi tantangan tersendiri saat mengikuti kompetisi internasional.
Timnas Australia sering kali harus menempuh perjalanan jauh saat mengikuti turnamen besar, tidak terkecuali Piala Dunia 2026.
Di Piala Dunia 2026 nanti, Timnas Australia yang dijadwalkan bertanding di Kanada dan Amerika Serikat yang harus menempuh perjalanan sekitar 13–16 jam menggunakan pesawat.
Baca juga: Profil Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026, Ambisi Tuan Rumah Putus Kutukan Quinto Partido
Berbicara soal Timnas Australia, tim berjuluk Socceroos itu pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1974.
Namun setelahnya, Timnas Australia mengalami kemunduran.
Baru di Piala Dunia 2006, Timnas Australia akhirnya bisa kembali tampil di pentas dunia dan selalu lolos. Mereka tidak pernah absen pada edisi 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Hanya saja memang, Timnas Australia belum bisa bersaing, paling mentok mereka finis di babak 16 besar, tepatnya pada edisi 2006 dan 2022.
Kembali memeriahkan Piala Dunia 2026, Timnas Australia berambisi untuk mengukir sejarah baru dengan lolos perempat final untuk pertama kalinya.
Perjalanan Timnas Australia menuju Piala Dunia FIFA 2026 dimulai dari putaran kedua kualifikasi zona Asia. Mereka segrup dengan Bangladesh, Lebanon, dan Palestina.
Timnas Australia tampil dominan dengan enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan satu gol pun.
Performa solid tersebut membuat Timnas Australia melaju ke putaran ketiga kualifikasi zona Asia. Mereka kemudian harus menghadapi persaingan ketat di Grup C bersama Jepang, Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Saat itu, Timnas Australia yang masih dilatih Graham Arnold mengalami kekalahan 0-1 dari Bahrain di laga pembuka, lalu disusul hasil imbang melawan Indonesia.
Dua hasil buruk atas Bahrain dan Indonesia berujung pengunduran diri Graham Arnold. Timnas Australia kemudian merekrut Tony Popovic yang menjadi titik balik dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.
Di bawah asuhan Tony Popovic, Timnas Australia bangkit dengan mencetak kemenangan penting 1-0 atas Jepang di Perth pada 5 Juni 2025.
Puncaknya, Timnas Australia memastikan tiket Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Arab Saudi di Jeddah pada 11 Juni 2025 melalui gol Connor Metcalfe dan Mitch Duke.
Seperti yang sudah disinggung di atas, pelatih Timnas Australia saat ini adalah Tony Popovic yang menggantikan Graham Arnold.
Popovic merupakan mantan pemain bertahan andalan The Socceroos yang telah mencatatkan lebih dari 50 penampilan.
Ia menjadi bagian penting Timnas Australia saat berhasil mencapai 16 besar Piala Dunia 2006 di Jerman.
Setelah pensiun sebagai pemain, Popovic kemudian beralih ke dunia kepelatihan dan meraih berbagai pengalaman serta kesuksesan di kompetisi domestik Australia.
Karier kepelatihannya yang stabil membuatnya dipercaya untuk menangani Timnas Australia.
Pengalaman Popovic sebagai mantan pemain di Piala Dunia diharapkan mampu membawa Timnas Australia tampil lebih kompetitif.
Alessandro Circati diprediksi akan menjadi pemain bintang yang bersinar di Piala Dunia 2026.
Circati merupakan salah satu bek muda paling menjanjikan dalam skuad Socceroos.
Pemain kelahiran 10 Oktober 2003 itu berkontribusi atas keberhasilan Parma promosi ke kasta tertinggi Liga Italia.
Ya, saat ini Circati memperkuat Parma di Serie A dan terus menjadi pilihan utama di lini belakang.
Bek berpostur 190 cm itu telah memulai kiprahnya bersama Timnas Australia kelompok umur.
Hingga akhirnya, ia menjalani debut bersama tim senior pada Oktober 2023 dan terus menjadi pemain langganan.
(Tribunnews.com/Isnaini)