SURYA.co.id, LAMONGAN – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di Kabupaten Lamongan dipastikan berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan.
Pemerintah setempat bersama unsur pekerja dan pengusaha sepakat memperingatinya dengan kegiatan yang lebih edukatif dan bermakna.
May Day di Lamongan akan diisi kegiatan sarasehan yang melibatkan berbagai pihak yang digelar di Pendopo Lokatantra.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan, M Zamroni, menegaskan tidak ada agenda aksi turun ke jalan pada peringatan May Day tahun ini.
Kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan komunikasi intensif dengan berbagai unsur terkait.
Baca juga: Tilang Elektronik ETLE Handheld Mulai Diterapkan di Lamongan, 70 Pengendara Terjaring
“Lamongan bersih dari aksi demo pada 1 Mei besok. May Day tetap diperingati, tetapi dengan cara yang memiliki nilai dan makna,” ujar Zamroni saat dikonfirmasi terkait May Day di Lamongan, Kamis (30/4/2026).
Sebagai gantinya, peringatan May Day di Lamongan akan diisi dengan kegiatan sarasehan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, pengusaha, hingga pekerja dan buruh.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif dalam membahas isu ketenagakerjaan.
Sarasehan rencananya digelar di Pendopo Lokatantra dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten.
Di antaranya perwakilan dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pengawas ketenagakerjaan, serta unsur pemerintah daerah.
Zamroni menjelaskan, kesepakatan untuk tidak menggelar aksi demonstrasi merupakan hasil komunikasi intensif dengan berbagai elemen tripartit, yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Dialog yang dilakukan berlangsung secara terbuka dengan melibatkan sejumlah organisasi dan perwakilan buruh di Lamongan.
Ia menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan asosiasi pengusaha dan serikat pekerja.
Di antaranya dengan Ketua Kahutindo Hari Wahyono, serta Ketua KSPSI Iswahyudi.
“Hasil komunikasi dengan semua pihak, termasuk Kahutindo dan KSPSI, semuanya sepakat tidak ada aksi turun jalan atau demo,” jelasnya.
Kesepakatan tersebut, lanjut Zamroni, juga telah disampaikan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepada Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
“Semua telah kita sampaikan ke Pak Bupati dan Pak Kapolres,” tambahnya.
Zamroni mengapresiasi sikap seluruh pihak yang memilih peringatan May Day secara damai dan konstruktif.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan kedewasaan semua elemen dalam menjaga kondusivitas daerah, sekaligus tetap memperjuangkan aspirasi pekerja melalui jalur dialog.
Dengan kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap suasana peringatan Hari Buruh dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hubungan industrial yang harmonis di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Yuhronur Efendi mengimbau seluruh pekerja dan masyarakat untuk menjadikan momentum May Day sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan dialog yang sehat.
“Saya mengajak seluruh pekerja di Lamongan untuk memperingati May Day dengan cara yang damai, bermartabat, dan penuh makna. Sampaikan aspirasi dengan bijak melalui forum dialog, karena kebersamaan adalah kunci untuk membangun Lamongan yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif. Sampaikan pendapat dengan cara yang santun dan tidak melanggar aturan, sehingga peringatan May Day dapat berjalan aman dan membawa manfaat bagi semua,” katanya.