Wajahnya Kini Berubah, Rina Nose Kuak Niat Awal Operasi Plastik, Terungkap Sosok yang Jadi Pemicunya
Murhan April 30, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Komedian sekaligus presenter Rina Nose awalnya tak terlalu banyak merombak bagian wajahnya.

Kini, Rina Rose mengubah bagian wajahnya usai menjalani operasi plastik di bagian mata dan hitung.

Awal tahun 2026, Rina Nose melakukan operasi plastik dengan dokter sekaligus musisi Tompi.

Kini, wajah pemilik nama lengkap Nurina Permata Putri itu pun terlibat berubah pada bagian hidung.

Meski begitu, rupanya istri Josscy Aartsen itu juga melakukan operasi pada mata bagian bawahnya.

Justru awalnya Rina hanya berniat menjalani operasi plastik bagian matanya saja.

Baca juga: Kelakuan Geng Arisan Ibu Ayu Ting Ting Saat Kumpul, Umi Kalsum Rekam Aksi Para Sosialita Nyanyi Ini

Baca juga: Akhirnya Andre Taulany Buka Suara Soal Erin yang Diduga Aniaya ART, Beber Fakta Transferan Gaji

Hal itu diungkapkan Rina kepada Feni Rose di program Rumpi No Secret.

"Datang konsultasi sebenarnya aku itu yang urgent bawah mata."

"Kan cekung, bawah matanya ini mau digimanain, konsultasinya untuk bawah mata," beber Rina, dikutip dari YouTube Trans TV Official, Kamis (30/4/2026).

"Emang nggak niat untuk operasi hidung saat ini," tambahnya.

Kemudian saat Tompi menjelaskan terkait operasi mata yang akan dilakukan, Rina justru menyinggung soal hidungnya.

Ia bertanya kepada Tompi tindakan seperti apa yang bisa dilakukan pada bagian hidungnya.

"Terus tiba-tiba dia ngejelasin, 'nanti ininya gini gini gini,."

"'Kalau ngerjain hidung aku mau diapain?' aku bilang gitu," ungkap Rina.

Tompi mengatakan, ia akan mengubah bentuk hidung Rina tapi tetap terlihat natural, layaknya efek riasan wajah.

Pasalnya, pelantun lagu Tak Pernah Setengah Hati itu tak ingin menghilangkan ciri khas Rina yang notabene hidung menjadi keunikannya.

"Paling gue bikin kayak elu lagi makeup aja. Lu kan kalau makeup suka pakai shading-shading hidung tuh, ya gue bikin gitu aja," ujar Rina menirukan perkataan Tompi.

"Nggak usah aneh-aneh. Kan hidung lu trademark lu, kata dia gitu," tambah Rina kembal menirukan Tompi.

Dari situ, Rina memutuskan untuk sekalian mengubah bentuk hidungnya, bersamaan dengan operasi mata yang ia jalani.

"Yaudah besok sama hidung aja kali ya, sekalian," ujar Rina.

"Jadi akhirnya," pungkasnya.

Dirasakan Rina Nose usai Oplas

Perubahan kebiasaan sehari-hari pun dirasakan oleh Rina Nose setelah dirinya menjalani operasi plastik.

Rina mengaku takut hidungnya terbentur.

"Iya takut kepentok," ujar Rina, dikutip dari Instagram @obrolantiapwaktu_trans7, Senin (20/4/2026).

Pelantun Maju Mundur Cantik itu juga sempat kesulitan minum, sebab hidungnya menyentuh gelas.

"Awal-awal kan masih tinggi banget itu (hidung). Terus minum gue, mau minum ininya (gelasnya) kena (hidung). Beneran mentok ke sini (batang hidung) pas minum," bebernya sembari memperagakan.

"Oh begitu rasanya orang mancung," kelakarnya.

Selain itu, Rina merasakan perbedaan ketika tengah merias wajahnya.

"Gue kalau lagi pasang maskara, kan ada tangkai maskaranya, mentok ke sini (batang hidung)," tambahnya.

Bahkan, tiga bulan setelah operasi hidung, Rina mengaku belum pernah membersihkan dengan jari alias ngupil.

"Ini itu udah bulan ketiga, sampai saat ini gue belum ada keinginan ngupil," selorohnya.

Untuk menjaga hasil operasi hidungnya, komedian berusia 42 tahun itu, pilih pakai cara lain yakni dengan menggunakan alat pencuci hidung.

"Hidung teh disayang-sayang. Cuci hidung, habis itu dibersihin pelan-pelan pakai cotton bud," urainya.

"Ininya dijaga," tambahnya.

Alasan Operasi Hidung

Pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini menilai operasi plastik bukan sekadar tindakan untuk mengubah penampilan, tetapi juga berkaitan dengan berbagai pertimbangan yang lebih kompleks.

Rina mengawali penjelasannya dengan menekankan bahwa operasi plastik kerap menjadi perdebatan ketika dibicarakan di ruang publik.

"OPERASI PLASTIK. SEBUAH KEPUTUSAN PRIBADI YANG MENJADI ARGUMENTATIF KETIKA MEMASUKI RANAH PUBLIK," ujar Rina, dikutip Tribunnews, Jumat (6/3/2026). 

Menurutnya, keputusan menjalani operasi plastik bukanlah sesuatu yang diambil secara sembarangan atau hanya mengikuti tren.

"Bagi saya, operasi plastik bukan sekedar prosedur untuk mengubah penampilan, apalagi cuma pengen ikut-ikutan."

Lebih lanjut, Rina menjelaskan bahwa proses tersebut melibatkan berbagai pertimbangan yang tidak sederhana.

"Melainkan sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan banyak aspek."

Dalam penjelasannya, Rina juga menyinggung bahwa operasi plastik berkaitan dengan berbagai faktor teknis maupun biologis.

"Mulai dari pemahaman, perhitungan (rasio-geometri) bentuk wajah untuk mendapatkan bentuk yang sesuai-harmonis, juga aspek biologis (struktur tulang, kulit, fungsi jaringan, dll.) agar tidak berdampak pada masalah kesehatan," terangnya. 

Selain itu, Rina menilai faktor lingkungan dan kondisi geografis juga turut memengaruhi karakteristik fisik seseorang.

"Menyadari bahwa letak/posisi geografis di setiap belahan dunia berbeda, punya alam, pola, dan iklim yang berbeda yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, pilihan dan keputusan untuk mengubah bagian kecil itu merupakan sebuah tantangan," jelasnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengambil keputusan terkait tubuhnya.

"Setiap individu tentu punya pilihan dan pertimbangan masing-masing."

Pada akhirnya, Rina mengakui bahwa alasan estetika dan perawatan menjadi salah satu faktor utama dalam keputusannya.

"Bagi saya, dan tentunya bagi kebanyakan perempuan, estetika dan perawatan adalah alasan pasti secara umum. Karena bukan hanya hidung, tapi keseluruhan juga di-tune up untuk peremajaan," pungkas istri dari Josscy Vallazza. 

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.