Sosok Entin, Penjual Kangkung di Subang Kini Bisa Berangkat Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun
Candra Isriadhi April 30, 2026 04:57 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Entin (55), warga Dusun Tanjung Asem, Desa Ciasem Tengah, Kabupaten Subang, menjadi potret nyata ketekunan dan kesabaran dalam meraih impian.

Tahun ini menjadi momen paling berharga dalam hidupnya.

Setelah puluhan tahun menabung dari hasil jualan kangkung, Entin akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

KABAR HAJI - Entin tunjukan seragam dan perlengkapan seperti tas Haji dari Kementerian Haji dan Umroh.
KABAR HAJI - Entin tunjukan seragam dan perlengkapan seperti tas Haji dari Kementerian Haji dan Umroh. (KOMPAS.com/Ahya Nurdin)

Perjuangan panjang itu tidak dilalui dengan mudah.

Setiap hari, Entin menjalani rutinitas sederhana sebagai pedagang kangkung.

Pagi di kampungnya pun tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

Ia masih sibuk menyiapkan kangkung hasil tanamannya untuk dijual ke pasar.

Namun di balik aktivitas itu, tersimpan kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.

Kini, ada perasaan berbeda yang ia rasakan—mimpinya untuk berangkat ke Tanah Suci tinggal menghitung hari.

Perjalanan Entin menuju titik ini dimulai sejak puluhan tahun lalu.

ANTRE HAJI - Badal haji dijelaskan lengkap, pengertian, dalil, hukum, prosedur, dan syarat sesuai syariat Islam bagi yang tak mampu berhaji.
ANTRE HAJI - Badal haji dijelaskan lengkap, pengertian, dalil, hukum, prosedur, dan syarat sesuai syariat Islam bagi yang tak mampu berhaji. (Pexels/Shams Alam Ansari)

Dengan penuh kesabaran, ia menyisihkan sebagian kecil penghasilannya setiap hari.

Nominal yang ditabung memang tidak besar. 

Bahkan, terkadang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun dari jumlah kecil itulah, mimpi besar Entin perlahan terwujud.

Kisah Entin menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan kesabaran mampu mengantarkan seseorang mencapai impian, meski dimulai dari hal-hal sederhana.

Baca juga: Gencatan Senjata dengan AS Segera Berakhir! Iran Siapkan Kejutan Besar di Medan Perang

"Saya bekerja serabutan hingga menanam kangkung dari lahan sewaan dan kangkung tersebut dijual."

"Dari hasil jualan kangkung tersebut ditabung antara Rp 10.000-35.000 per hari tergantung hasil penjualan," kata Entin saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Kamis (30/4/2026).

Butuh waktu sekitar 10 tahun hingga akhirnya ia bisa mendaftar haji pada 2014.

"Alhamdulillah hasil menabung dari 2004-2014 akhirnya bisa mendaftar haji. Setelah daftar haji, menabungnya juga terus semangat sampai sekarang mau berangkat ke Tanah Suci," tuturnya.

Kerja Apa Saja Demi Haji

KABAR KORUPSI - Entin saat panen Kangkung yang ditanamnya di lahan sewaan pinggiran sawah dan mengikatnya untuk dijual. (KOMPAS.com/Ahya Nurdin)

Perjalanan Entin tidak mudah. Selain menanam dan menjual kangkung, ia juga bekerja serabutan, mulai dari menanam hingga memanen padi di sawah orang lain.

"Saya selain menanam dan jualan kangkung, tapi jika ada yang menyuruh kerja serabutan seperti menanam dan panen padi di sawah juga saya ikut," katanya.

Ia juga menambah penghasilan dengan berjualan ikan asin dan terasi.

"Saat jualan kangkung yang ditanam sendiri, saya juga diselingi dengan jualan ikan asin dan terasi," ucapnya.

Penantian Panjang Berbuah Hasil

Lebih dari dua dekade sejak mulai menabung, mimpi Entin akhirnya terwujud.

Ia dijadwalkan berangkat pada pertengahan Mei 2026 melalui Kloter 39 dari Bandara Kertajati, Majalengka.

"Alhamdulillah bahagia dan senang banget akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci," ucapnya.

Entin akan berangkat dari rumah menuju Asrama Haji Indramayu pada 18 Mei 2026 dan terbang ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026.

"Insyaallah berangkat dari rumah menuju asrama haji Indramayu pada 18 Mei 2026 dan terbang ke Tanah Suci Mekah pada 19 Mei 2026," katanya.

Ia akan menunaikan ibadah haji seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia.

"Saya berangkat sendiri, karena suami sudah meninggal, dan berharap menjadi haji yang mabruroh, disehatkan selama di Mekah dan bisa kembali ke tanah air berkumpul bersama keluarga tercinta," katanya.

Jadi Inspirasi

Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang, Rojak, mengapresiasi perjuangan Entin.

"Perjuangan Entin harus dijadikan contoh oleh semua umat Muslim yang ingin berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah," ucapnya.

Menurutnya, ibadah haji bukan semata soal kemampuan materi, tetapi juga soal niat dan ketekunan.

"Menunaikan ibadah haji itu tergantung niat tulus kita untuk ibadah karena Allah, bukan melihat mampu dan tidak mampu secara materi," katanya.

Kisah Entin menjadi bukti bahwa dari penghasilan sederhana sekalipun, mimpi besar tetap bisa diraih dengan kerja keras dan kesabaran.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.