Proyek Hilirisasi Kelapa-Pala di Malteng Bakal Serap 18 Ribu Tenaga Kerja
Ode Alfin Risanto April 30, 2026 06:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Proyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Liang Awaya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah diproyeksikan bakal menyerap belasan ribu tenaga kerja.

‎Serapan belasan ribu tenaga kerja pada proyek yang diinvestasikan Danantara itu rencananya akan tersebar pada pabrik pengolahan kelapa dan pala serta areal perkebunan seluas 6 ribu hektar di Teluk Elpaputih. 

Baca juga: Soroti Laporan Ayu Puttileihat ke Bareskrim, Nirahua: Sudah Tersangka Kok Laporkan Kasus yang Sama?

‎Demikian disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara  (PTPN) I, Teddy Yunirman Danas, saat momen doorstop oleh awak media usai Groundbreaking, Rabu (29/4/2026).

‎Pada tahap awal proyek senilai Rp 640 miliar tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 300 hingga 500 orang yang akan ditempatkan pada pabrik pengolahan.

‎"Untuk tahap awal projek ini akan menyerap tenaga kerja untuk dipabrik kurang lebih 300-500 (orang) di pabrik kelapa dan pala," ujar Teddy.

‎Selain itu, adapula pengembangan perkebunan kelapa dengan rencana awal membuka lahan seluas 6 ribu hektar.

‎"Tapi juga akan mengembangkan  kebun kelapa," tukas Teddy.

‎Ia mengkalkulasi, 6 ribu hektar dikali tiga (orang) tenaga kerja, maka mencapai 18 ribu kebutuhan tenaga kerja.

‎"Perkebunan tenaga kerja rata-rata baru akan mengembangkan sampai 6 ribu hektar. 6 ribu kali 3 sekitar itu 18 ribu (orang)," urai Teddy.

‎Dua komoditi pertanian itu rencananya akan diserap dari masyarakat, di samping perampungan perkebunan.

‎"Sementara pala kami ambil khusus dari masyarakat, kelapa juga ambil dari masyarakat," tutur Dirut PTPN I itu.
‎ 
‎Bagi Teddy langkah ini adalah pure membangun kerjasama antar perusahaan dengan masyarakat.

‎"Jadi ini benar-benar kerjasama antar perusahaan agar masyarakat memperoleh pendapatan lebih baik dan memperoleh kesejahteraan," ulasnya.

‎Mantan Bankir itu berharap agar proyek hilirisasi sektor pertanian itu mendapat partisipasi masyarakat.

‎"Jadi luar biasa perkebunan ini, kami mengharapkan partisipasi masyarakat terhadap program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah," harap dia.

‎Dirinya juga mengindikasi target perampungan pembangunan pabrik yaitu 12 bulan, ditambah dua atau tiga bulan untuk masa uji coba.

‎"Target pembangunan pabrik 12 bulan selesai, dua bulan atau tiga bulan itu masa Commissioning atau masa trial. Diharapkan paling lambat 14/15 bulan sudah bisa beroperasi," tandas Teddy.

‎Teddy menyatakan, PTPN I Regional VIII diamanahkan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa dan pala. 

Pengolahan kelapa dengan kapasitas sekitar 300 ribu butir  per hari, dan pala diestimasi 2.600 ton per tahun.

‎"Dan ekstendable artinya bisa diperluas. Tentunya pembangunan projek ini kita sama-sama ketahui bahwa peranan dari kita semua membutuhkan kolaborasi dan dukungan raja-raja," pungkas Teddy. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.