Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Proyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Liang Awaya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah diproyeksikan bakal menyerap belasan ribu tenaga kerja.
Serapan belasan ribu tenaga kerja pada proyek yang diinvestasikan Danantara itu rencananya akan tersebar pada pabrik pengolahan kelapa dan pala serta areal perkebunan seluas 6 ribu hektar di Teluk Elpaputih.
Baca juga: Soroti Laporan Ayu Puttileihat ke Bareskrim, Nirahua: Sudah Tersangka Kok Laporkan Kasus yang Sama?
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Teddy Yunirman Danas, saat momen doorstop oleh awak media usai Groundbreaking, Rabu (29/4/2026).
Pada tahap awal proyek senilai Rp 640 miliar tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 300 hingga 500 orang yang akan ditempatkan pada pabrik pengolahan.
"Untuk tahap awal projek ini akan menyerap tenaga kerja untuk dipabrik kurang lebih 300-500 (orang) di pabrik kelapa dan pala," ujar Teddy.
Selain itu, adapula pengembangan perkebunan kelapa dengan rencana awal membuka lahan seluas 6 ribu hektar.
"Tapi juga akan mengembangkan kebun kelapa," tukas Teddy.
Ia mengkalkulasi, 6 ribu hektar dikali tiga (orang) tenaga kerja, maka mencapai 18 ribu kebutuhan tenaga kerja.
"Perkebunan tenaga kerja rata-rata baru akan mengembangkan sampai 6 ribu hektar. 6 ribu kali 3 sekitar itu 18 ribu (orang)," urai Teddy.
Dua komoditi pertanian itu rencananya akan diserap dari masyarakat, di samping perampungan perkebunan.
"Sementara pala kami ambil khusus dari masyarakat, kelapa juga ambil dari masyarakat," tutur Dirut PTPN I itu.
Bagi Teddy langkah ini adalah pure membangun kerjasama antar perusahaan dengan masyarakat.
"Jadi ini benar-benar kerjasama antar perusahaan agar masyarakat memperoleh pendapatan lebih baik dan memperoleh kesejahteraan," ulasnya.
Mantan Bankir itu berharap agar proyek hilirisasi sektor pertanian itu mendapat partisipasi masyarakat.
"Jadi luar biasa perkebunan ini, kami mengharapkan partisipasi masyarakat terhadap program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah," harap dia.
Dirinya juga mengindikasi target perampungan pembangunan pabrik yaitu 12 bulan, ditambah dua atau tiga bulan untuk masa uji coba.
"Target pembangunan pabrik 12 bulan selesai, dua bulan atau tiga bulan itu masa Commissioning atau masa trial. Diharapkan paling lambat 14/15 bulan sudah bisa beroperasi," tandas Teddy.
Teddy menyatakan, PTPN I Regional VIII diamanahkan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa dan pala.
Pengolahan kelapa dengan kapasitas sekitar 300 ribu butir per hari, dan pala diestimasi 2.600 ton per tahun.
"Dan ekstendable artinya bisa diperluas. Tentunya pembangunan projek ini kita sama-sama ketahui bahwa peranan dari kita semua membutuhkan kolaborasi dan dukungan raja-raja," pungkas Teddy. (*)