TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai pada Kamis (30/4/2026).
Tahapan ini merupakan bagian dari uji kesiapan operasional sebelum layanan dibuka untuk publik.
Dalam proses tersebut, Jakpro melaksanakan uji lintasan atau test track pada segmen jalur yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pasar Pramuka sepanjang 3,6 kilometer.
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal, mulai dari aspek teknis hingga keselamatan perjalanan kereta.
Kegiatan test track berlangsung di jalur LRT Jakarta Fase 1B yang berada di kawasan Jakarta Timur hingga Jakarta Pusat.
Tahapan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur transportasi publik modern tersebut.
Melalui rangkaian T&C ini, Jakpro bertujuan menjamin bahwa sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B dapat beroperasi dengan aman, andal, dan sesuai standar sebelum memasuki fase layanan komersial.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, tahapan T&C dilakukan secara mendetail agar seluruh sistem benar-benar siap digunakan masyarakat.
"Ini kami lakukan secara mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis LRT Jakarta Fase 1B benar-benar siap dan aman untuk nantinya digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari," ujar Iwan.
Testing and commissioning merupakan tahapan yang tidak dapat dilewati dalam pembangunan sistem perkeretaapian modern.
Proses ini mencakup serangkaian pengujian sistematis dan terstruktur terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
"Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT Jakarta setiap harinya. Oleh karena itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan secara sangat matang," lanjut Iwan.
Setelah beroperasi secara komersial, penambahan jalur LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mampu mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari serta berkontribusi langsung terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas.
Kehadiran koridor baru ini juga akan memperkuat konektivitas antar wilayah dan integrasi transportasi publik di Jakarta.
Sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B diarahkan untuk mendukung pemenuhan indikator Jakarta sebagai kota global yang modern, maju, berkelanjutan, dan nyaman dihuni.
"Proyek ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang kota yang lebih terkoneksi, mobilitas yang semakin mudah, serta kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik," kata Iwan.
Wenny, warga yang setiap hari melintasi koridor pembangunan Velodrome-Manggarai, menilai operasional jalur ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas warga Jakarta.
Ia juga meyakini kehadiran jalur baru ini akan semakin memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi di Jakarta.
"Dengan jaringan transportasi yang semakin terhubung, masyarakat tentu akan lebih mudah berpindah moda. Ini menjadi langkah positif bagi Jakarta untuk menghadirkan mobilitas yang lebih baik ke depannya," katanya.
Menurutnya, pengembangan transportasi publik seperti LRT Jakarta juga akan memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan perkotaan.