SURYA.CO.ID - Nama Firnando Hadityo Ganinduto mendadak menjadi perbincangan hangat.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menarik perhatian setelah secara terbuka mendesak Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, untuk mengundurkan diri menyusul tragedi kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.
Siapakah sebenarnya sosok Firnando Ganinduto? Berikut adalah profil lengkap legislator muda yang dikenal vokal dalam urusan keselamatan publik tersebut.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 7 Tewas, Ada yang Masih Terjepit dan 13 Jadwal KA Batal
Firnando Hadityo Ganinduto merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I.
Sejak dilantik, ia ditempatkan di Komisi VI, sebuah komisi strategis yang membidangi BUMN, perdagangan, investasi, hingga koperasi dan UMKM.
Sebagai kader Partai Golkar, Firnando membawa wajah baru di parlemen: muda, profesional, dan memiliki rekam jejak bisnis yang kuat.
Kehadirannya di DPR dianggap sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan korporasi negara yang lebih transparan.
Sebelum terjun ke dunia politik elektoral, Firnando memiliki karier yang cemerlang di berbagai sektor industri.
Firnando bukan orang baru dalam dunia manajemen dan diplomasi korporat. Berikut beberapa posisi penting yang pernah ia jabat:
Kapasitas Firnando dalam menganalisis masalah sistemik, seperti dalam kasus PT KAI, didukung oleh latar belakang pendidikan internasional yang kuat.
Dia adalah lulusan S1 Bisnis Internasional dari Berkley College, Amerika Serikat, yang lulus pada tahun 2006.
Sebelumnya, ia juga menempuh pendidikan di Wesley College dan Valley Forge.
Ketegasan Firnando dalam menanggapi kecelakaan kereta di Bekasi Timur menunjukkan komitmennya terhadap fungsi pengawasan DPR.
Dia menilai insiden yang merenggut nyawa tersebut sebagai kegagalan manajemen puncak yang tidak bisa ditoleransi.
Dalam pernyataannya, Firnando menekankan bahwa teknologi seperti automatic signaling seharusnya mampu mencegah tragedi meski ada kesalahan manusia (human error).
"Insiden ini merupakan indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dalam manajemen operasional yang seharusnya mampu mencegah tabrakan antar kereta di jalur yang sama," tegas Firnando pada Selasa (28/4/2026).
"Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional," ucapnya.
Ia juga tidak ragu meminta pertanggungjawaban tertinggi di tubuh BUMN transportasi tersebut.
"Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak dirut KAI untuk mengundurkan diri," ujarnya.
Firnando Ganinduto adalah representasi politisi generasi baru yang menggabungkan tradisi politik keluarga dengan integritas profesional.
Melalui aksinya mendesak reformasi di PT KAI, ia menegaskan prinsipnya.
"Keselamatan publik adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal ini.”
Data Diri Singkat:
Nama Lengkap: Firnando Hadityo Ganinduto
Partai: Golkar
Jabatan: Anggota Komisi VI DPR RI (2024-2029)
Dapil: Jawa Tengah I
Pendidikan Terakhir: S1 Bisnis Internasional, Berkley College, AS.