Rekam Jejak Erin Taulany Diduga Aniaya ART Bukan Sekali Ini Saja, Pernah Terungkap di Dokumen Cerai
Moch Krisna April 30, 2026 08:46 PM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Dugaan tindakan penganiayaan yang menyeret Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri Andre Taulany, diduga tidak hanya sekali terjadi baru-baru ini.

Jauh sebelum dilaporkan ART-nya sendiri ke polisi, Andre Taulany pernah membongkar pemicu ketidakharmonisan yang berujung pada hilangnya rasa cinta kepada Erin.

Salah satunya ialah karena Erin disebut kerap berlaku kasar kepada orang-orang yang bekerja di rumahnya.

Hal tersebut diungkap Andre Taulany dalam dokumen putusan Mahkamah Agung saat mengajukan gugatan cerai.

Baca juga: Saya Diancam Bu Erin, Isi Surat Penyalur ART Mantan Istri Andre Taulany, Korban Tak Tahan Disiksa

 

TUDINGAN KEKERASAN TERHADAP ART - Erin bongkar sosok ART yang telah melayangkan tudingan kepada dirinya melakukan kekerasan hingga penahanan gaji. Ia mengatakan bahwa ART ini belum ada kerja satu bulan, dan memang belum waktunya gajian.
TUDINGAN KEKERASAN TERHADAP ART - Erin bongkar sosok ART yang telah melayangkan tudingan kepada dirinya melakukan kekerasan hingga penahanan gaji. Ia mengatakan bahwa ART ini belum ada kerja satu bulan, dan memang belum waktunya gajian. (Instagram)

 

 

Pada poin ketiga, Rien Wartia Trigina disebut kerap marah-marah kepada asisten rumah tangga (ART) terkait pengelolaan rumah.

Tak jarang, Erin mengumpat dan mencaci maki ART, sopir, dan satpam ketika mereka melakukan kesalahan kecil. Bahkan, satpam di rumah Andre menyaksikan sendiri bagaimana Erin memaki ART dengan kata-kata kotor hingga memukulnya.

“Bahkan, ada salah satu ART yang baju-bajunya sampai dibakar oleh termohon.”

Dalam lanjutan keterangannya di dokumen tersebut, Andre menuliskan,

"Hal inilah yang membuat pemohon sangat sedih dan hilang rasa cinta kepada termohon.”

Salinan dokumen permohonan cerai talak Andre Taulany atas istrinya itu pun ramai dikomentari warganet.

Kini, Erin resmi dilaporkan oleh seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Hera ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, mengungkapkan dalam laporannya, sang ART mengaku mengalami kekerasan fisik.

“Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan, seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, dilansir dari tayangan Cumicumi, Kamis (30/4/2026).

Joko menjelaskan, laporan tersebut dibuat pada Selasa (28/4/2026).

Adapun dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kediaman Erin pukul 15.00 WIB, di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Jakarta Selatan.

"Sementara itu, nanti perkembangannya kami sampaikan kembali."

Joko menyebutkan, laporan yang diterima masih dalam tahap awal sehingga kepolisian belum dapat menyampaikan kronologi secara rinci.

"Ini kan LP baru kita terima. Kemudian setelah diterima kan tentunya didisposisi nanti unit mana yang menangani," terangnya.

Laporan itu telah terdaftar dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 29 April 2026.

Atas laporan ini, Erin diduga melanggar Pasal 466 KUHP Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil bukti pendukung seperti visum.

"Terkait dugaan-dugaan penganiayaan dimaksud, nanti kita lihat hasil dari visum," ungkapnya.

Ia menambahkan, korban dalam kasus tersebut berjumlah satu orang.

 

Detik-detik Dugaan Penganiayaan

Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @niadamanik7 yang membongkar peristiwa penganiayaan tersebut.

Nia Damanik sendiri merupakan penyalur ART yang menaungi Hera, pekerja yang belum genap satu bulan bekerja di kediaman Erin.

Saat kejadian, Nia mengaku dihubungi oleh Hera dalam kondisi ketakutan dan meminta tolong untuk dijemput.

"Kemarin itu kan jam 17.00 sore, saya ditelepon. Dia bilang begini, 'Halo Kak, tolongin saya.' Saya tanya, 'Tolongin apa?' Terus dia bilang, 'Tolong jemput saya di sini.' Saya tanya kenapa, terus dia bilang, 'Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu'," beber Nia Damanik, dilansir dari tayangan Cumicumi, Kamis (30/4/2026).

Diungkapkan Hera, tindakan kasar tersebut diduga dipicu oleh hal sepele.

Baca juga: Reaksi Andre Taulany Usai Erin Eks Istri Dilaporkan Dugaan Aniaya ART, Akui Masih Salurkan Gaji

Korban mengaku terlambat menutup jendela rumah, yang kemudian memancing kemarahan Erin.

Akibatnya, sang ART mengaku dipukul menggunakan sapu hingga disuruh jongkok, kemudian ditendang di bagian kepala.

"Cuma gara-gara telat tutup jendela, jadi disuruh jongkok dan ditendang kepalanya. Jadi saya mikir datang, saya inisiatif mau jemput," ungkap Nia.

Sebelum mendatangi lokasi, Nia mengaku sempat menghubungi Andre Taulany untuk meminta izin.

Namun, Andre menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki hubungan dengan urusan rumah tangga di kediaman tersebut.

Andre pun menyarankan agar pihak penyalur langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib jika memang ditemukan bukti kekerasan.

"Kata Pak Andre, 'Saya tidak ada hubungan, Bu, untuk ke sana. Kalau terjadi (kekerasan) ada bukti, lapor saja ke polisi'," ujarnya menirukan ucapan Andre.

Situasi sempat memanas ketika Nia bersama keluarganya tiba di depan rumah Erin. Nia mengaku bahwa mereka justru diusir oleh petugas keamanan atas perintah pemilik rumah.

"Kita diusir sama security. Terus saya bilang kita baik-baik loh, enggak bikin ribut. Ini katanya ibu yang nyuruh usir. Terus katanya (Erin), 'Kalau mau ketemu saya enggak perlulah sama polisi'. Oke lah kita turuti, kita lapor ke polsek. Dari polsek kita didampingi sampai situ dan datanglah," kata Nia.

Saat berada di depan pagar, Nia mengaku mendengar teriakan histeris ART dari dalam rumah yang meminta tolong karena diduga sedang dicekik dan dicakar saat berusaha keluar.

"Enggak tahunya di dalam itu sudah 'tolong, tolong' sudah teriak. Ternyata katanya dicekik dan dicakar. Terus kita bingung, ada pak polisi dia bilang 'tutup pagarnya'," ujar Nia.

Karena situasi yang tidak kondusif di lokasi kejadian, petugas kepolisian akhirnya mengarahkan pihak penyalur dan korban untuk membawa kasus ini ke Polres Jakarta Selatan. 

Langkah hukum pun segera diambil dengan melakukan visum untuk memperkuat bukti adanya tindak kekerasan fisik.

 

Baru Satu Bulan Kerja

Rupanya dugaan penganiayaan tersebut bukanlah yang pertama kali dialami oleh sang ART. Selama kurang lebih satu bulan bekerja di rumah Erin, korban disebut kerap menerima perlakuan serupa.

Bukan hanya tindakan kasar, korban juga mengaku harus menghadapi bentakan hingga kata-kata menyakitkan yang disebut terjadi hampir setiap hari.

Yang lebih menyayat hati, kejadian itu disebut terjadi di depan Kenzy, putra kedua Andre Taulany.

Saat itu, sang anak dikabarkan hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak melihat perlakuan ibundanya.

"Katanya sih setiap hari ya, kepalanya diginikan gitu. Terus, dimakilah kata-kata kasarlah. Si Heranya bilang gini, 'Ya sudah enggak apa-apalah sabarin aja', katanya mungkin ibunya lagi kesal. Terus katanya gitu, 'Kerjanya entah apalah', bahasa-bahasa binatang, bahasa-bahasa yang kasarlah. Tapi Heranya tidak melawan."

Bahkan, saat korban mencoba melaporkan kejadian tersebut, ponsel miliknya diduga dibanting dan pakaiannya ditahan agar tidak bisa meninggalkan rumah.

Didampingi tim kuasa hukum, mantan istri komedian Andre Taulany ini mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk membantah tudingan penganiayaan tersebut, sekaligus melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.

Adapun laporan itu teregister dengan nomor LP/B/16977/IV/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.

Erin menegaskan bahwa hubungan dengan para pekerja di rumahnya selama ini berjalan baik.

Ia menyatakan bahwa narasi yang viral di media sosial Threads tersebut tidak berdasar dan sangat menyudutkan posisinya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.