Kemenkop Sosialisasi Program Penguatan Koperasi untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Bener Meriah
Sri Widya Rahma April 30, 2026 09:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) mensosialisasikan program pengembangan dan penguatan koperasi dalam pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Prediksi Cuaca Bener Meriah Besok 1 Mei 2026, 8 Kecamatan Diguyur Hujan

Kegiatan ini berlangsung di Aula Aman Dimot, Komplek Bataliyon 114 Satria Musara, Bener Meriah, pada Kamis (30/4/2025).

Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dua unit eselon II pada Deputi Bidang Pengembangan Usaha dengan fokus utama menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Membangun Fondasi Ekonomi Masyarakat Pascabencana

Kemenkop melalui Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha, Cecep Setiawan yang di dampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Akselerasi Jaringan Usaha, Arief legowo serta Kabid Pengembangan Kemitraan Nelly Gustiana, menegaskan komitmennya untuk membangun kembali fondasi ekonomi masyarakat agar lebih kuat dan mandiri. 

Fokus utama dalam program pemulihan ini adalah optimalisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi Arabika yang menjadi potensi unggulan di kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.

​"Potensi kopi Arabika di Bener Meriah dan Takengon sangat besar.

Ini adalah aset yang harus dikelola dengan baik agar memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat yang kehilangan penghidupannya akibat bencana," ujar Cecep di hadapan ratusan pengurus koperasi di Bener Meriah.

Tak hanya itu, Kemenkop juga mendorong kerja sama antara Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menghimpun hasil panen masyarakat terdampak dengan Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan di Takengon.

​Dalam skema ini, Koperasi Baburrayyan tidak hanya memberikan pendampingan dan pelatihan budidaya, tetapi juga berperan sebagai offtaker (pembeli siaga). 

Baca juga: HMI Takengon- Bener Meriah Nilai Pergub JKA Abaikan Realitas Warga Miskin

Maka dengan adanya kepastian pasar, petani korban banjir diharapkan bisa kembali produktif dengan standar kualitas yang tinggi.

​"Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki skill untuk berusaha di sektor perkebunan. Dengan begitu, pemulihan ekonomi berjalan jangka panjang," beber Cecep.

Kemenkop juga berencana mereplikasi model kemitraan ini ke sektor lain seperti peternakan ayam (pedaging dan petelur), pakan ternak, hingga beras.

Sejumlah nama besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed, ID FOOD (PT RNI), hingga Perum BULOG diproyeksikan menjadi mitra strategis di masa depan.

​"Harapan kami, koperasi tidak lagi sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan menjadi agregator usaha, penghubung pasar, dan penggerak ekonomi lokal," katanya.

Maka melalui kgiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Bener Meriah untuk bangkit dari keterpurukan. 

Koperasi didorong untuk menjadi "rumah bersama" yang inovatif dan responsif terhadap peluang pasar.

Kementerian Koperasi berkomitmen untuk terus memfasilitasi penguatan jaringan usaha dan peningkatan kapasitas kelembagaan agar transformasi koperasi menuju arah yang lebih maju dapat berjalan cepat.

​"Semoga ini menjadi langkah awal bagi pemulihan ekonomi Aceh yang lebih kuat, di mana koperasi menjadi subjek pembangunan yang aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Apresiasi Wabup Bener Meriah

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah, Ir Armia, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah konkret Kemenkop RI.

Menurutnya, program ini merupakan momentum strategis untuk membangkitkan optimisme pelaku usaha kopi dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Armia mencatat bahwa kehadiran 155 pengurus KDKMP, 5 koperasi produsen, serta 40 calon anggota koperasi menjadi indikator kuat adanya semangat kolektif untuk bangkit.

​"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu mendorong pemulihan aktivitas ekonomi secara bertahap.

Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor agar modal sosial ini menjadi kekuatan ekonomi yang solid bagi masyarakat Dataran Tinggi Gayo," pungkas Armia. (*)

Baca juga: Pansus DPRK Bener Meriah Rekom ke Bupati Agar Evaluasi Penanggulangan Bencana dan Audit Anggaran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.