Sambut Hardiknas, PGRI Belu Gelar Lomba Paduan Suara, Bupati Belu Soroti Literasi dan Indeks Pendidikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 yang akan datang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belu menggelar lomba paduan suara antar PGRI tingkat Kecamatan.
Bupati Belu, Willybrodus Lay menegaskan pentingnya perbaikan literasi serta menyoroti masih rendahnya indeks pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua Kamis (30/4/2026) ini dibuka langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, dan dihadiri Ketua DPRD Belu, Febby Djuang, anggota DPRD, pengurus PGRI, para kepala sekolah, serta ratusan guru.
Bupati Willy Lay mengapresiasi inisiatif PGRI Belu yang menghadirkan ruang kreativitas bagi para guru melalui lomba paduan suara.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polres Belu, Operator SPBU Dipecat Imbas Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ia mendorong agar kegiatan tersebut ke depan dapat diperluas hingga tingkat regional di daratan Timor.
Namun, Bupati juga menegaskan peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi fokus utama. Ia mengungkapkan indeks pendidikan Kabupaten Belu saat ini masih berada pada posisi rendah.
“Indeks pendidikan kita masih berada di posisi bawah, bahkan termasuk tiga terbawah. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti kemampuan dasar siswa, terutama di tingkat sekolah dasar. Menurutnya, masih ditemukan siswa yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik.
“Saya minta guru kelas 1 dan 2 memastikan anak-anak sudah bisa membaca dan menulis. Ini fondasi utama pendidikan,” ujarnya.
Bupati juga meminta para guru untuk aktif memantau perkembangan siswa serta melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran.
“Kalau ada siswa belum bisa baca tulis, panggil orang tuanya. Buat pendampingan khusus, bisa di luar jam sekolah,” katanya.
Ia menegaskan perbaikan mutu pendidikan harus dimulai dari sekarang dengan kerja sama semua pihak.
“Kalau kita mau berubah, kita mulai dari sekarang. Pendidikan di Belu harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanuarius Wadan, mengatakan lomba paduan suara Hymne dan Mars PGRI ini merupakan bagian dari program pengembangan olahraga dan seni budaya PGRI sekaligus memperkuat solidaritas antar guru di wilayah perbatasan.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempersatukan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, agar saling mengenal dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap kecamatan mengirimkan satu tim yang terdiri dari 40 penyanyi dan satu dirigen, sehingga total peserta mencapai hampir 500 orang.
Selain sebagai ajang kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong guru lebih aktif dalam organisasi serta menunjukkan potensi di bidang seni.
Yanto yang biasa disapa menambahkan, PGRI Belu terus melakukan pembenahan organisasi melalui konsolidasi dan reorganisasi hingga ke tingkat kecamatan dan ranting.
Saat ini, hampir 1.000 guru di Kabupaten Belu telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PGRI berbasis online.
“Kami ingin PGRI menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan,” pungkasnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Gedung Wanita Betelalenok Atambua dipenuhi ratusan guru dari seluruh kecamatan di Kabupaten Belu. Para peserta lomba tampak kompak mengenakan seragam PGRI.
Antusiasme juga terlihat dari kehadiran para suporter yang datang dari masing-masing kecamatan. Mereka memenuhi area gedung dengan membawa dukungan bagi masing-masing tim.
Penampilan perdana dibuka oleh tim PGRI Cabang Raimanuk. Dengan formasi yang rapi dan harmonisasi suara yang kuat, penampilan mereka langsung mencuri perhatian penonton.
(gus)