PADAHAL Sudah Dihalangi Adiknya, Wanita 27 Tahun Tetap Nekat Akhiri Hidup Lompat di Jembatan Batang
Anak Agung Seri Kusniarti April 30, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Tangis adik dari NKRPN tidak terbendung, melihat jasad kakaknya di dasar Jembatan Batang, Karangasem. Pasalnya ia adalah saksi sebelum kakak perempuannya meninggal dunia dengan cara ulah pati. 

Belum ditemukan apa motif wanita berusia 27 tahun ini, sampai nekat akhiri hidup. Ia lompat dari atas Jembatan Batang, Abang, Karangasem pada Rabu malam tanggal 29 April 2026.   

Kejadian ini membuat NKRPN meninggal dunia dengan cedera kepala berat. Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan mengatakan, korban yang berasal dari Desa Labasari sehari-hari bekerja di Gianyar dan baru pulang kampung, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: NEKAT Akhiri Hidup di Jembatan Batang, Wanita 27 Tahun Meninggal Dunia, Padahal Sudah Dihentikan!

Baca juga: RENCANA Pemprov Bali Beri Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Wuling Dukung dengan Hal Ini 

Seorang wanita berinisial NKRPN (27)  nekat loncat dari Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem pada Rabu (29/4/2026) malam. ist
Seorang wanita berinisial NKRPN (27) nekat loncat dari Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem pada Rabu (29/4/2026) malam. ist (Tidak Ada/istimewa)

Saat kejadian, NKRPN pamit untuk membeli es bersama adiknya mengendarai motor. Saat di Jembatan Batang, NKRPN tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan hendak loncat ke bawah jembatan. Saat itu aksi nekatnya mampu ditahan adiknya dan langsung diantar pulang.

"Namun sampai di depan gang rumahnya, korban (NKRPN) meminta adiknya menghentikan kendaraannya dan meminta adiknya turun sebentar, karena ada yang ingin dibicarakan," jelas Susiawan, Kamis (30/4/2026).

Namun ketika adiknya turun, NKPRN langsung mengambil alih sepeda motor dan bergegas pergi. Adiknya yang kaget bergegas berlari pulang, untuk menyampaikan ke ayahnya. Mereka lalu bergegas ke Jembatan Batang.

Sesampainya di sana, mereka melihat sepeda motor yang sebelumnya dikendarai NKPRN sudah terparkir di pinggir jembatan. Mereka juga melihat sandal di dekat jembatan.

"Saat dilihat, korban (NKPRN) sudah tergeletak di bawah jembatan," jelasnya. Pihak keluarga lalu panik dan meminta tolong warga dan aparat, untuk melakukan evakuasi ke dasar jembatan sedalam 30 meter tersebut.

Berdasarkan informasi, saat dievakuasi NKRPN dikatakan sudah meninggal dunia dengan luka serius di kepala belakang.

NKPRN  dikatakan tidak sadarkan diri, dengan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui NKPRN melakukan aksi nekat tersebut.

"Untuk motif masih kami selidiki, karena korban dikatakan orangnya tertutup. Orang tuanya juga belum bisa kami mintai keterangan lebih detail karena masih syok,” ungkap Susiawan. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.