Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mengungkapkan jumlah korban yang diduga mengalami keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
Insiden ini terjadi pada makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Vera, Desa Sorogaten, pada Selasa (28/4/2026).
Diketahui, SPPG tersebut menyalurkan makanan ke 16 sekolah.
“Sampai saat ini, terakhir sore ini data yang masuk 584 (korban),” ujar Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Anggit belum bisa memastikan apakah korban tersebut berasal hanya dari satu sekolah.
“Dari total yang makan dari olahan SPPG itu (korban), tapi memang mayoritas pasnya di SMP itu,” jelasnya.
Mayoritas korban menjalani rawat jalan. Namun, ada juga yang menjalani rawat inap.
Baca juga: Keracunan Massal Usai Santap MBG di Sukoharjo : Kepala Sekolah Sebut Terjadi di Tiap Kelas
Baca juga: MBG di Boyolali Tak Andalkan Susu Lokal Meski Produksi Cukup? Ternyata Ada Krisis Hilirisasi
“Data terakhir (rawat inap), ada 17 orang,” ucapnya.
Rawat inap dilakukan di beberapa lokasi seperti Puskesmas Majegan, RS PKU Jatinom, RS PKU Delanggu, dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Boyolali.
Korban rawat inap, dikatakan Anggit, sebagian sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.
“Yang di (Puskesmas) Majegan itu 12, sisanya di tempat lain. Tapi sebagian sudah pulang, empat orang,” kata Anggit.
Guna memastikan kondisi para siswa pulih seluruhnya, pihaknya juga mengerahkan pemantauan melalui bidan desa. (*)