Waspada Modus Penipuan Kartu Nusuk Bermasalah, Jangan Asal Klik Link
GH News April 30, 2026 08:09 PM
Jakarta - Jemaah haji diimbau hati-hati dengan modus penipuan kartu Nusuk bermasalah. Oknum tidak bertanggung jawab kerap mengirimkan tautan (link) melalui WhatsApp dan meminta jemaah untuk mengkliknya.

Mengutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji diminta untuk waspada terhadap penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang dikirim ke WhatsApp jemaah. Jangan langsung percaya dan jangan klik link yang dikirimkan.

Jemaah perlu memperhatikan hal-hal berikut.

  • Jika ada indikasi penipuan:Segera konfirmasi dan laporkan ke petugas resmi di sektor Nabawi.
  • Jika sudah terlanjur tertipu/klik link: Segera lapor ke petugas, blokir kontak pelaku, dan hindari memberikan data pribadi lanjutan.
  • Untuk pencegahan:Gunakan hanya jalur resmi dan selalu ikuti arahan petugas.

Apa itu Kartu Nusuk?

Kartu Nusuk adalah identitas resmi jemaah haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi. Di dalam kartu Nusuk, terdapat identitas jemaah, foto, nomor visa, tiket transportasi, penginapan hingga barcode yang bisa di-scan oleh petugas untuk verifikasi.

Selain itu, kartu Nusuk juga sebagai akses masuk ke Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kartu Nusuk menjadi penanda jemaah haji resmi. Di tahun 2026 ini, kartu Nusuk bisa didapatkan di embarkasi atau asrama haji sebelum keberangkatan jemaah.

Akses Masuk Raudhah Gratis

Jemaah haji diingatkan agar mewaspadai modus penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Akses ke Raudhah tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi.

Akses resmi ke Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut diduga sebagai penipuan.

Saat ini, marak oknum tidak bertanggung jawab yang berpura-pura menjadi petugas dan memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran. PPIH memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik pungutan liar oleh pihak manapun.

Untuk mengakses Raudhah, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat. Jemaah wajib menggunakan barcode melalui skema tasrih bagi rombongan, atau melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.

Terkait kebijakan usia, disampaikan bahwa sebelumnya akses sempat dibatasi hingga usia 41 tahun. Namun, setelah nota kesepahaman (MoU) dan proses negosiasi, batas usia maksimal kini dinaikkan menjadi 60 tahun. Jemaah di atas usia tersebut tetap akan difasilitasi melalui mekanisme khusus.

Dalam pelaksanaannya, barcode tasrih kolektif dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Petugas bimbingan ibadah di masing-masing sektor akan mengoordinasikan jemaah sesuai kuota yang telah ditetapkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.