Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) mengumumkan juara dunia kelas berat ringan David Benavidez dan juara dunia kelas jelajah WBA dan WBO Gilberto "Zurdo" Ramirez bersiap naik ring pada 2 Mei.
"Ini adalah pertemuan dua petarung berpengalaman yang telah memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya demi membuktikan siapa yang terbaik di kelas cruiserweight," tulis WBC dalam lamannya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Benavidez, yang memutuskan naik kelas jelajah akan menantang Ramirez dalam pertarungan yang menentukan keunggulan tinju Meksiko dan Meksiko-Amerika.
Pertarungan para raksasa di divisi kelas jelajah itu akan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir.
WBC menjelaskan bahwa kedua petinju memiliki rekam jejak mengesankan bagi analis mana pun.
Ramírez, dengan gaya kidalnya yang elegan dan volume pukulan yang tak henti-hentinya, telah mengukir namanya dalam sejarah setelah mendominasi divisi super menengah dan berat ringan.
Dominasi Ramirez tercermin dari rekor 48 kemenangan yang 30 di antaranya kemenangan KO dan satu kekalahan.
Benavídez datang dengan reputasi sebagai salah satu petinju dengan pukulan paling menakutkan di planet ini.
Kecepatan tangannya, yang jarang dimiliki oleh manusia seukuran tubuhnya, dan insting penyelesaiannya telah membawanya ke puncak dunia tinju.
Setelah membuka jalan di kelas 168 pon dan membuktikan kemampuannya di kelas berat ringan, Benavidez yang tak terkalahkan dengan 31 kemenangan, termasuk 25 KO, kini berupaya menegakkan kekuasaannya di kelas jelajah.
WBC menyatakan yang membuat konfrontasi ini semakin istimewa adalah sejarah bersama mereka.
Bertahun-tahun lalu, ketika Benavidez masih menjadi prospek yang menjanjikan, keduanya pernah menjalani uji tanding yang intensif.
Ronde-ronde tertutup itu membentuk fondasi rasa saling menghormati yang bertahan hingga hari ini. Mereka saling mengenal kekuatan, teknik, dan semangat masing-masing secara langsung.
Pengetahuan sebelumnya ini menjamin tidak akan ada proses penjajakan sejak bel pertama berbunyi, melainkan pertukaran epik yang dulunya hanya bisa disaksikan dari balik dinding sasana tinju.
Terlepas dari keganasan yang mereka tunjukkan di atas ring, persiapan menuju pertarungan ini ditandai dengan rasa hormat yang mutlak dan patut dikagumi.
"Tidak perlu ada saling ejek yang tidak perlu, karena bakat mereka sudah berbicara sendiri. Ini adalah duel para pemberani di luar ring yang akan berubah menjadi binatang buas di dalamnya, menghormati tradisi pertarungan-pertarungan besar dalam tinju," demikian WBC.





