54.604 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Suci, Pergerakan dari Madinah ke Makkah Dimulai
Faisal Zamzami April 30, 2026 09:24 PM

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari ke-10 operasional. Hingga periode ini, tercatat sebanyak 54.604 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi melalui 138 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di tanah air.

Dari jumlah tersebut, 52.343 jemaah yang tergabung dalam 132 kloter telah tiba di Kota Madinah.

Mereka secara bertahap telah menempati hotel-hotel yang telah disiapkan oleh pemerintah sebagai bagian dari layanan akomodasi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan operasional haji hingga hari ke-10 berjalan dengan lancar, tertib, serta seluruh jemaah mendapatkan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, hingga hari kesepuluh operasional haji, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan,” ujar Maria, Kamis (30/4), sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenhaj.

Pergerakan Jemaah dari Madinah ke Makkah Dimulai Bertahap

Memasuki tahap berikutnya, mulai 30 April 2026, pemerintah mulai melaksanakan pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah secara bertahap.

Perpindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian utama ibadah haji setelah jemaah menyelesaikan masa tinggal di Madinah.

Pergerakan dilakukan dengan pengaturan ketat untuk memastikan kelancaran transportasi, keamanan, serta kenyamanan jemaah selama perjalanan antar kota suci tersebut.

Baca juga: Ini Makna Haji Mabrur Menurut Buya Yahya, Ternyata Bukan Sekadar Ibadah di Tanah Suci

Kondisi Kesehatan Jemaah: Pemantauan Intensif Dilakukan

Di sisi layanan kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah mencatat adanya sejumlah jemaah yang memerlukan penanganan medis lanjutan.

Tercatat 5 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 89 jemaah lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Hingga laporan terakhir, 49 jemaah masih menjalani perawatan medis dengan kondisi yang terus dipantau oleh tim kesehatan haji Indonesia.

Selain itu, Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

“Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Maria.

Penanganan Insiden dan Pemulihan Jemaah

Terkait insiden kecelakaan bus yang terjadi di wilayah Madinah, pemerintah memastikan bahwa sebagian besar jemaah yang menjadi korban telah menunjukkan kondisi membaik.

Dari laporan yang diterima, hanya satu jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya telah pulih atau dalam masa pemulihan.

Petugas kesehatan haji terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal hingga benar-benar dinyatakan sehat.

Penegakan Aturan: KBIHU yang Melanggar Akan Disanksi

Selain layanan teknis dan kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah juga menegaskan komitmennya dalam penegakan aturan terhadap penyelenggara bimbingan ibadah haji.

Kemenhaj menyoroti adanya temuan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang diduga melakukan aktivitas di luar program resmi tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan petugas haji di lapangan.

Maria menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan jemaah.

“Kami pastikan akan memberikan sanksi tegas kepada KBIHU yang melanggar ketentuan. Tidak ada kompromi atas segala bentuk pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan dan ketertiban jemaah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa program ziarah resmi di Madinah telah disediakan secara gratis dan terjadwal oleh pemerintah, sehingga jemaah diimbau untuk tidak mengikuti kegiatan di luar ketentuan yang telah ditetapkan.

Penanganan Kasus Administrasi Jemaah

Dalam perkembangan lain, Kementerian Haji dan Umrah juga melaporkan adanya satu jemaah yang ditolak masuk ke Arab Saudi akibat namanya masuk dalam daftar hitam imigrasi.

Sesuai prosedur yang berlaku, jemaah tersebut telah dipulangkan kembali ke Indonesia untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Polda Aceh Usung Pendekatan Humanis Jelang May Day 2026, Gelar Simulasi Sispamkota

Baca juga: Wali Kota Langsa Teken Surat Pernyataan, Massa Aksi Bubarkan Diri

Sumber: Kompastv

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.