Jogo Jatim, Polda Gandeng Ribuan Pesilat dan Ormas Jaga Kamtibmas
Cak Sur April 30, 2026 08:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengambil langkah revolusioner dalam menjaga kondusivitas wilayah dengan merangkul kekuatan akar rumput.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 186.784 personel gabungan dari berbagai perguruan pencak silat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) resmi dikukuhkan sebagai mitra strategis dalam gerakan bertajuk 'Sabuk Kamtibmas'.

Langkah besar ini ditandai dengan upacara kesiapsiagaan di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (30/4/2026), yang dihadiri langsung oleh 1.980 perwakilan elemen masyarakat. Mereka berasal dari entitas besar seperti:

  • PSHT
  • IKSPI Kera Sakti
  • Banser
  • Kokam
  • Pemuda Pancasila
  • Hingga komunitas ojek online (ojol)

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari program Jogo Jatim. Program ini dirancang, untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui sinergi lintas sektor yang inklusif.

Filosofi Sabuk Kamtibmas dan Keamanan Investasi

Istilah Sabuk Kamtibmas bukan sekadar nama, melainkan filosofi perlindungan yang melingkari seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur.

Menurut Kombes Pol Jules, stabilitas keamanan adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.

"Stabilitas keamanan dan investasi adalah syarat mutlak. Tanpa itu, pembangunan dan program pemerintah tidak bisa berjalan, sehingga kesejahteraan masyarakat akan terancam," tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Ia menambahkan, bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti pada seremonial belaka, namun harus menjadi aksi nyata yang berkelanjutan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di pelosok desa.

Lima Instruksi Prioritas untuk Mitra Kamtibmas

Dalam apel tersebut, Polda Jatim menetapkan lima poin instruksi utama yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran dan mitra strategis:

  • Pencegahan Dini: Memperkuat deteksi terhadap setiap potensi gangguan keamanan sebelum menjadi konflik terbuka.
  • Sinergi Antarwilayah: Menghilangkan ego sektoral melalui koordinasi aktif dan sistem rayonisasi antarwilayah.
  • Kemitraan Strategis: Memposisikan masyarakat sebagai subjek keamanan, di mana Kapolres wajib aktif melakukan pengecekan wilayah secara rutin.
  • Mitigasi Bencana & Krisis: Kesiapsiagaan serius terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bencana alam, serta potensi krisis sosial.
  • Ruang Demokrasi Sehat: Menjaga iklim demokrasi tetap damai dan bersih dari provokasi, disinformasi (hoaks), serta aksi anarkisme.

Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Akar Rumput

Semangat serupa juga digaungkan di tingkat wilayah. Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, memimpin apel serupa di Lapangan Mapolresta Sidoarjo.

Ia menekankan, bahwa Polri tidak dapat bekerja optimal tanpa dukungan penuh dari masyarakat.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi tanggung jawab kolektif. Melalui apel Sabuk Kamtibmas'ini, kami harapkan sinergitas antara aparat dan masyarakat semakin solid demi Jawa Timur yang tangguh," pungkas Christian.

Dengan keterlibatan ratusan ribu pesilat dan anggota ormas, Polda Jatim optimistis bahwa potensi konflik horizontal dapat diredam, sekaligus menciptakan rasa aman bagi warga dan investor yang ingin berkontribusi di Jawa Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.