Belum Resmi Terdegradasi, PSBS Biak Sudah Persiapan Hidup di Belantara Championship
Najm Ula April 30, 2026 08:33 PM

MALUT UNITED FC
Malut United (putih) menang telak 7-0 atas PSBS Biak pada Selasa (28/4/2026). PSBS bersiap turun kasta ke Championship.

BOLASPORT.COM - PSBS Biak sudah mempersiapkan diri hidup di Liga 2 meski belum resmi terdegradasi dari Super League.

Klub asal Papua, PSBS Biak, menatap realitas pahit sebagai klub dasar klasemen Super League.

Badai Pasifik saat ini menjadi juru kunci dengan hanya 18 poin dari 30 pertandingan.

Bergantung hasil laga lain, tim asal Biak Numfor bisa dipastikan terdegradasi pada pekan berikutnya.

Namun bagi pihak klub, tampaknya mereka sudah pasrah bakal turun kasta ke Liga 2 atau Championship.

Pada pekan ke-30, Selasa (28/4/2026), PSBS menjamu Malut United di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Pelatih Marian Mihail memilih menurunkan skuad pelapis yang minim teruji di level tertinggi.

Terdapat pemain yang jarang bermain seperti kiper Dimas Galih, pemain yang lama menghilang Ilham Udin Armayn, hingga putra legenda Ortizan Solossa, Tobias Solossa.

Dengan skuad tersebut, PSBS sempat menahan Malut United dengan skor 0-0 pada babak pertama.

Namun pada babak kedua, Malut benar-benar tak memberi ampun bagi tim yang sedang limbung.

David Da Silva cs menggelontorkan tujuh gol untuk memberi pelajaran bagi tim yang dipersiapkan dengan buruk oleh manajemen. 0-7.

Usai pertandingan, pelatih Marian Mihail mengungkap dirinya memang sengaja menurunkan pemain pelapis.

Pihak klub sedang menguji pemain untuk bersiap di Championship, termasuk dengan lebih sedikit menurunkan pemain asing.

Hanya ada tiga pemain asing yang ditampilkan, yaitu Pablo Andrade, Luquinhas, dan Mohcine Hassan.

"Kami sudah sepakat memainkan pemain-pemain yang belum mendapat menit main hingga saat ini, yang belum memiliki ritme pertandingan, meskipun mereka berbakat," ucap Mihail dalam jumpa pers yang juga dihadiri BolaSport.com.

"Kami ingin melihat pemain mana saja yang bisa membantu membentuk tim yang kompetitif lagi untuk tahun depan (di Liga 2)."

"Tahun depan di Liga 2 akan sangat berbeda dengan Liga 1. Di Liga 1 saja dengan tujuh pemain asing levelnya sangat tinggi."

"Sedangkan kami hanya memiliki tiga pemain asing dan sisanya pemain lokal, jadi wajar jika itu membuat perbedaan," ujarnya.

Persoalan berikutnya bagi manajemen adalah menyelesaikan sanksi FIFA yang mendera klub.

Di laman FIFA Registration Bans, PSBS saat ini menderita tujuh hukuman berupa tiga periode larangan pendaftaran pemain.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.