Lapangan Desa Sidoarjo Disulap Jadi Sport Tourism: Jadi Sumber Cuan
Cak Sur April 30, 2026 09:32 PM

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Transformasi besar-besaran tengah terjadi pada wajah desa-desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Sejumlah lapangan sepak bola desa yang dulunya terbengkalai dan kurang layak, kini bersalin rupa menjadi fasilitas olahraga representatif yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui sistem pengelolaan profesional dan sentuhan digitalisasi.

Langkah revolusioner ini, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah mendorong pengelola lapangan desa untuk melek teknologi guna memperkuat sektor sport tourism atau wisata olahraga di wilayah berjuluk Kota Delta tersebut.

Digitalisasi Lapangan: Live Streaming dan Jaringan Internet

Kepala Diskominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, menegaskan bahwa potensi lapangan desa di Sidoarjo sangat besar jika dikolaborasikan dengan teknologi informasi.

Dalam diskusi bertajuk 'Kopilaborasi' yang digelar bersama Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) dan Komisi B DPRD Sidoarjo, Rabu (29/4/2026) malam, Eri menjanjikan dukungan infrastruktur digital.

"Melalui berbagai platform media sosial dan web, kita bisa bergerak lebih kencang. Kami di Diskominfo siap mendukung penguatan ekonomi desa melalui pemasangan jaringan internet di area lapangan sepak bola," ujar Eri Sudewo di Teras Manazela.

Fasilitas internet ini bukan tanpa alasan. Menurut Eri, keberadaan koneksi yang stabil akan membuka peluang bagi desa untuk menyiarkan pertandingan secara langsung (live streaming).

"Jika ada turnamen antar-desa, dengan koneksi internet yang bagus bisa langsung disiarkan di media sosial. Ini akan meningkatkan nilai jual lapangan dan memicu kreativitas pemuda setempat," tambahnya kepada SURYA.co.id.

Multiplier Effect bagi Ekonomi Kerakyatan

Sejalan dengan Diskominfo, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, menyoroti dampak ekonomi luas (multiplier effect) dari perbaikan fasilitas olahraga ini.

Pria yang akrab disapa Gus Wawan tersebut menilai, lapangan sepak bola kini bukan sekadar tempat menendang bola, melainkan episentrum kegiatan sosial dan ekonomi. Beberapa dampak positif yang mulai dirasakan antara lain:

  • Peningkatan PADes: Sistem penyewaan lapangan yang tertib memberikan pemasukan rutin bagi kas desa.
  • Geliat UMKM: Setiap ada pertandingan atau latihan rutin, pedagang kecil di sekitar lapangan mendapatkan limpahan rezeki.
  • Promosi Desa: Lapangan yang bagus menjadi magnet bagi warga luar daerah, yang secara otomatis mempromosikan nama desa tersebut.

"Semua pihak harus bisa mem-branding lapangan di desanya demi mem-boost potensi lokal. Kami di legislatif selalu mendukung anggaran yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi desa dan pembinaan atlet muda," tegas politisi PKB tersebut.

Mencetak Bintang Baru dari Kota Delta

Sidoarjo memiliki sejarah panjang sebagai 'pabrik' pemain sepak bola nasional. Nama-nama besar di Timnas Indonesia banyak yang mengawali karier dari lapangan-lapangan desa di Sidoarjo. Dengan kualitas rumput yang semakin baik dan manajemen Sekolah Sepak Bola (SSB) yang profesional, masa depan sepak bola Sidoarjo diyakini akan semakin cerah.

Kualitas lapangan yang terjaga standar profesionalitasnya akan meminimalisir risiko cedera bagi pemain usia dini. Hal ini menjadi fondasi penting bagi SSB di Sidoarjo untuk terus mencetak bibit unggul yang nantinya dapat membela klub kebanggaan warga Sidoarjo maupun klub-klub besar di Liga Indonesia.

Tips Pengelolaan Lapangan Desa:

  1. Pastikan drainase lapangan berfungsi optimal agar tetap bisa digunakan saat musim hujan.
  2. Lakukan perawatan rumput secara berkala setiap pagi atau sore hari.
  3. Gunakan sistem booking online yang transparan untuk menghindari konflik jadwal penyewaan.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.