Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNMADURA.COM, PADANG - Usai kandaskan Semen Padang 0-1 pada Rabu (29/4/2026), Madura United berhasil keluar dari zona degradasi, naik satu peringkat ke posisi 15 dengan 29 poin.
Laskar Sapeh Kerrab menggeser Persis Solo yang mengoleksi 27 poin.
Pelatih Caretaker Madura United, Rakhmat Basuki meminta pemain tidak cepat puas.
Karena kompetisi Super League 2025/2026 masih panjang, menyisakan empat pertandingan.
"Kami tidak boleh berlebihan merayakan kemenangan (dari Semen Padang) ini. Karena pertandingan sisa pasti tekanan lebih besar lagi," kata Rakhmat Basuki usai laga.
Empat laga sisa, Madura United akan menghadapi tim-tim kuat.
Menjamu Bali United (5/5/2026) di Stadion Gelora Bangkalan, kemudian menyambangi kandang Bhayangkara FC (11/5/2026), tandang ke markas PSIM Yogyakarta (17/5/2026). Terakhir menjamu PSM Makassar (23/5/2026).
Semua kemungkinan bisa saja terjadi.
Apalagi jarak poin dengan tim di bawahnya hanya sedikit.
Jika terpeleset, bukan tidak mungkin Madura United akan kembali terjerembap ke jurang degradasi.
"Jadi, yang perlu kami sampaikan pada anak-anak adalah bagaimana menjaga fokus. Menjaga motivasi, tetap satu tujuan," terang pelatih asli Madura itu.
"Karena kompetisi ini belum selesai, harus tetap kerja keras dan harus buktikan bahwa kami masih layak bertahan di Liga 1," tambahnya.
Baca juga: 2 Kunci Kemenangan Madura United Tumbangkan Semen Padang di Kandang
Sebagai putra daerah, Rakhmat Basuki memiliki ikatan emosional secara khusus.
"Saya putra daerah. Tentunya sangat mencintai Madura United. Saya akan melakukan segalanya untuk Madura United. Dan alhamdulillah saya pribadi diterima oleh pemain," terangnya.
Madura United berada dalam tren positif di bawah racikan Rakhmat Basuki.
Total lima laga yang sudah dijalani, tiga pertandingan menang, sisanya menelan kekalahan.
"Modal saya adalah kepercayaan diri, bahwa saya ingin membantu tim ini. Meskipun saya sendiri merasa kurang layak. Tapi saya melakukan yang terbaik," pungkas Rakhmat Basuki.