Ray Rangkuti Kritik Prabowo soal 'Indonesia Gelap': Akhir Ini Agak Sensi
Facundo Chrysnha Pradipha April 30, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Politik Ray Rangkuti ikut merespons soal pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengungkit soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Diketahui kalimat soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' ini diungkapkan Prabowo dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).

Ray mengaku tidak mengetahui pasti apa tujuan Prabowo mengungkit kembali soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' tersebut.

Padahal menurut Ray kini publik sudah mulai melupakan jargon Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu yang pada dasarnya merupakan bentuk kekecewaan masyarakat kepada pemerintah.

"Ya, saya juga kurang tahu ya karena Pak Prabowo mengungkit apa yang sebenarnya sudah lama atau bahkan mungkin pada tingkat tertentu sudah mulai ditinggalkan orang gitu ya."

"Kabur aja dulu. Itu kan seingat saya awal-awal Januari dahulu ya munculnya gitu. Nah, jadi sekarang wah sudah berapa bulan tuh? 3 bulan orang sudah agak lupa dengan pagar itu, tapi Pak Prabowo ternyata masih ingat gitu," kata Ray Rangkuti dalam Program 'Sapa Indonesia Malam' Kompas TV, Kamis (30/4/2026).

Ray kemudian menilai bahwa dalam pidatonya itu, Prabowo justru membangkitkan kembali isu-isu lama yang sempat panas dalam kondisi yang sudah membaik ini.

"Jadi kadang-kadang kita melihat apa yang sudah adem di tengah masyarakat dibangkitkan lagi oleh Pak Prabowo gitu loh," imbuh Ray.

Ray menilai, mungkin saja diungkitnya isu 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' ini karena Prabowo sedang sensitif.

"Saya juga enggak tahu ya, karena saya lihat Pak Prabowo akhir-akhir ini agak sensi ya, setelah mungkin peristiwa halal bihalal (bersama tokoh dan pengamat) kemarin."

"Jadi banyak hal kemudian yang dipandang dilihat ya sebagai sesuatu yang tidak menggembirakanlah bagi beliau gitu."

"Meskipun di tengah-tengah itu beliau selalu berujar ya perlunya kritiklah inilah gitu," jelas Ray.

Baca juga: Prabowo Ungkit Indonesia Gelap dan Kabur Aja ke Yaman, M Qodari: Poin Substansinya yang Dilihat

Kabakom RI soal Prabowo Ungkit Indonesia Gelap

RESHUFFLE KABINET - Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2026). Qodari dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom).
INDONESIA GELAP - Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2026). Qodari dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom). (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari buka suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Qodari meminta masyarakat untuk melihat poin substansi dalam kata-kata Prabowo itu, bukan hanya soal  'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' saja yang dilihat.

"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja."

"Jangan itu nya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (29/4/2026) malam.

Qodari kemudian menjelaskan bahwa pidato Prabowo saat itu yang banyak membahas program kemandirian bangsa dan hilirisasi.

Pidato Prabowo juga disebut Qobari membahas banyaknya orang luar negeri yang ternyata tidak senang dengan adanya program hilirisasi di Indonesia.

"Karena selama ini mereka mengambil manfaat dengan kita kirim bahan mentah. Nah sekarang Presiden tidak mau, mau membangun nilai tambah lewat apa? Hilirisasi."

"Jadi kalau di luar itu ada yang tidak senang kemudian ya dia subversi dia infiltrasi dan seterusnya kita enggak boleh naif juga begitu," jelas Qodari.

Baca juga: Pidato Lengkap Prabowo Sindir Indonesia Gelap: Yang Matanya Buram, Kau Kabur Saja ke Yaman

Prabowo Sindir 'Indonesia Gelap'

GROUNDBREAKING - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, (29/4/2026).
GROUNDBREAKING - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, (29/4/2026). (Tribunnews.com/Biro Pers Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada  groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 29 April 2026.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa setiap proyek strategis harus terus dievaluasi secara objektif dan ilmiah, seiring dengan kemajuan teknologi yang berlangsung cepat.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti soal perang di sejumlah negara di dunia.

"Mana negara yang tidak perang? Iran. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita," kata Prabowo.

Dia juga menyinggung soal slogan 'Indonesia Gelap' yang digaungkan beberapa pihak beberapa waktu lalu.

"Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan, mau kabur ke mana."

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Hasanudin Aco)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.