KALSEL TERPOPULER : PAW DPRD Kalsel, Angin Kencang di Tala dan Kasus Pembunuhan
M.Risman Noor May 01, 2026 07:52 AM

Tak hanya itu, ada pula penemuan mayat perempuan yang di kawasan Sungai Ulin Banjarbaru.

Dugaan kuat, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Baca juga: Anggota DPRD Balangan Soroti Baliho Ilegal, Apresiasi Tindak Cepat Satpol PP dalam Penertiban

Baca juga: Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, Ratusan Calon Jemaah Haji Tapin Diajak Salat Hajat

1.PAW di DPRD Kalsel

Mustohir Arifin alias Haji Imus menyampaikan pernyataan usai mundur dari Partai Nasdem dan tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Pernyataan itu disampaikan setelah DPRD Kalsel menggelar rapat paripurna pelantikan pengganti antarwaktu (PAW), Kamis (30/4/2026). Dalam paripurna tersebut, Habib Hasyim bin Alwi Al bin Yahya dilantik menggantikan Haji Imus yang mengundurkan diri sejak 3 Desember 2025.

Haji Imus hadir dalam rapat paripurna tersebut. Terlihat pula Ketua DPW Partai Nasdem, Mansyur.

Usai pelantikan, Haji Imus menyampaikan harapannya terhadap anggota DPRD Kalsel yang baru dilantik.

“Alhamdulillah kegiatan lancar, mudah-mudahan yang dilantik bisa amanah dan seluruh pimpinan serta anggota DPRD dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia tidak banyak terkait langkah politik ke depan. Saat ditanya mengenai posisinya sebagai Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalsel, ia menjawab singkat.

“Doakan saja, insya Allah,” katanya sambil tersenyum.

Informasi mengenai peran barunya sebagai Ketua DPW PSI Kalsel juga disampaikan melalui akun media sosial resmi PSI Kalsel.

Meski tidak lagi menjadi anggota DPRD, Haji Imus menyebut tetap memperhatikan jalannya pembangunan di daerah, terutama terkait fungsi pengawasan legislatif.

“Mudah-mudahan ke depan pembangunan di Kalimantan Selatan bisa tambah maju dan merata,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan dapat dirasakan merata di seluruh wilayah Kalsel.

“Pembangunan diharapkan merata di 13 kabupaten dan kota,” katanya.

Selain itu, ia menyinggung persoalan pengelolaan sampah di Banjarmasin yang masih menjadi perhatian masyarakat. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam penanganannya.

“Pemerintah provinsi diharapkan bisa berkolaborasi dengan pemerintah kota untuk mengatasi persoalan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

2. Angin Kencang Rusak 8 Rumah

Dampak angin kencang yang melanda dua desa di Kecamatan Bumimakmur,  Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, pada Rabu sore kemarin, juga melanda desa di kecamatan tetangga.

Data dihimpun, desa yang juga diterjang angin kencang yaitu Desa Kalibesar, Kecamatan Kurau. Waktu kejadiannya sama yakni saat hujan deras disertai angin kencang sore kemarin sekitar pukul 16.30 Wita.

Kepala Desa Kalibesar, Pathurrahman, mengungkapkan sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. 

Dari jumlah itu, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara enam lainnya rusak ringan.

“Untuk rumah yang rusak berat, sebagian atapnya hilang. Namun secara umum masih ada yang bisa ditempati,” ujarnya.

Dua rumah yang rusak berat itu yakni rumah Anang Mistar di lingkungan RT 5 dan rumah H Abdussalam di lingkungan RT 2.

Meski mengalami kerusakan, seluruh warga terdampak memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. 

Hal ini karena kondisi bangunan dinilai masih cukup aman untuk dihuni sementara waktu.

Pemerintah desa saat ini terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan lebih lanjut bagi warga terdampak. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menambah daftar wilayah terdampak cuaca ekstrem di Tanahlaut dalam satu hari yang sama.

Pathurrahman mengatakan pemerintahannya telah menyampaikan laporan ke pemerintah kabupaten terkait musibah itu. Harapannya segara ada bantuan.

Berikut rincian warga terdampak di Desa Kali Besar:

1. Anang Mistar (RT 05) – 1 KK, 4 jiwa (rusak berat)
2. H Abdussalam (RT 02) – 1 KK, 6 jiwa (rusak berat)
3. Rabiatul (RT 05) – 1 KK, 3 jiwa (rusak ringan)
4. Ajim (RT 03) – 1 KK, 5 jiwa (rusak ringan)
5. Chairul Anwar (RT 01) – 1 KK, 4 jiwa (rusak ringan)
6. Maisarah (RT 05) – 1 KK, 2 jiwa (rusak ringan)
7. Rusli (RT 04) – 1 KK, 5 jiwa (rusak ringan)
8. Radiah (RT 03) – 2 KK, 4 jiwa (rusak ringan)

3. Penemuan Mayat Diduga Korban Pembunuhan

Identitas dan penyebab kematian perempuan muda yang ditemukan di area lahan kosong yang penuh semak-semak di Sungai Ulin Banjarbaru, Kalimantan Selatan akhirnya mulai terungkap.

Korban diketahui berinisial HN (25) merupakan warga Kompleks Bincau Indah II, Kelurahan Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Ia ditemukan pada Rabu (29/4/2026) malam di lahan kosong yang berjarak ratusan meter dari Jalan Seledri RT.020 RW.005 Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. 

Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi, mengatakan korban awalnya dilaporkan hilang karena tidak masuk kerja.

Korban disebut bekerja sampingan sebagai penjaga toko aksesoris dan mempunyai kebiasaan pulang pada malam hari sekitar pukul 19.00 Wita.

Namun pada Rabu (29/4/2026), keluarganya mendapat kabar dari tempat korban bekerja sebagai pengajar di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Banjar bahwa Korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada saksi.

“Ternyata pihak toko aksesoris tempat Korban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa Korban tidak ada di toko dan hilang begitu saja,” kata Kardi.

Mengetahui hal tersebut, saksi yang merupakan bapak dan ibu sambung korban berusaha mencari keberadaan korban bersama dengan teman-teman korban. 

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita, saksi mendapat kabar bahwa sepeda motor milik korban ditemukan oleh para warga sekitar TKP dan diamankan oleh Polsek Banjarbaru Utara. Saat itu, jasad korban belum dtemukan.

Kemudian, para saksi dan teman-teman korban kembali berusaha melakukan pencarian dan akhirnya sekitar pukul 20.00 Wita korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di TKP. 

“Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Utara guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepolisian menduga korban menjadi korban pembunuhan. Hal itu dari kondisi tubuh korban yang ditemukan banyak luka dan lebam membiru.

“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Masih dari hasil pemeriksaan Ver Autopsi luar dan dalam, korban meninggal dunia lebih dari 24 jam terhitung dari waktu pemeriksaan Autopsi. 

Lanjut Kardi, menurut keterangan orang tua angkat korban, bahwa sejumlah barang berharga milik korban ada yang hilang seperti emas dan hanphone.

“Yang hilang berupa anting emas milik korban dan handphone. Sedang untuk dompet, indentitas diri dan uang tunai Korban selalu tinggal di rumah. Korban selalu menggunakan aplikasi e-Money untuk melakukan transaksi pembelian,” kata Kasi Humas. (Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.