Populer Manado: Harga Rica di Pasar Bersehati Turun, Harga Kopra Melemah
Yeshinta Sumampouw May 01, 2026 08:22 AM

Harga bahan pokok di Pasar Bersehati Manado mengalami sejumlah perubahan

Terutama pada komoditas cabai rawit yang kini turun dibanding beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu, harga kopra di Manado juga turun.

Penurunan ini membuat petani kelapa kesulitan menutup biaya produksi, bahkan sebagian mengaku tidak lagi memperoleh keuntungan.

Simak selengkapnya.

1. Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Terbaru, Rica Turun Segini

Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, mengalami perubahan pada Kamis (30/04/2026).

Komoditas cabai rawit tercatat mengalami penurunan harga, sementara harga daging dan bahan pokok lainnya relatif stabil.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp40 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut dinilai mulai meringankan beban masyarakat dan mendorong peningkatan jumlah pembeli di pasar.

“Beberapa hari lalu harga cabai rawit cukup tinggi Rp40 ribu per kilogram, kini turun Rp35 ribu. Pembeli juga mulai kembali ramai,” ujar seorang pedagang, Amina.

Sementara itu, harga daging sapi dan daging ayam terpantau masih stabil tanpa perubahan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Selain cabai rawit dan daging, sejumlah kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan bawang merah juga relatif stabil, meski terdapat sedikit fluktuasi harga di beberapa lapak pedagang.

Baca selengkapnya

2. Harga Kopra Terkini Turun Jadi Segini Per Kilogram di Manado, Petani Kelapa Tak Dapat Untung

Harga kopra di Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Saat ini, harga kopra berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp17.100 per kilogram.

Penurunan harga tersebut memicu kekhawatiran di kalangan petani kelapa karena dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan dan biaya produksi.

Sejumlah petani mengaku kesulitan menutupi biaya operasional akibat turunnya harga jual kopra di tingkat pasar.

“Kalau harga seperti ini, kami sudah tidak dapat untung. Bahkan untuk biaya tenaga kerja saja sudah susah,” ujar seorang petani kelapa di sekitar Manado, Repsi, Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, harga kopra diperkirakan masih berpotensi turun dan dapat semakin membebani petani.

Ia menilai penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan serta fluktuasi permintaan industri, sehingga posisi tawar petani di tingkat pengepul menjadi lebih lemah.

“Turunnya harga kopra juga diduga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan serta fluktuasi permintaan industri. Kondisi ini membuat posisi tawar petani semakin lemah di tingkat pengepul,” tuturnya.

Petani berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga, termasuk melalui kebijakan penyangga harga maupun perluasan akses pasar bagi produk kopra lokal.

“Karena takutnya semakin turun sehingga harganya terus merosot,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang menyebut penurunan harga telah berlangsung bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan dapat berdampak pada penurunan produksi karena petani mulai enggan mengolah kopra akibat rendahnya harga jual.

“Memang harga pasar saat ini seperti itu, jadi kita tidak bisa buat apa-apa,” ujar salah seorang pedagang.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.