TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kasus pencurian buah kelapa sawit di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, kembali menuai keluhan warga.
Salah satu korban, Hawa, mengaku aksi pencurian di kebunnya terjadi berulang kali.
Bahkan, kejadian tersebut disebut sudah mencapai delapan kali sejak bulan Ramadan lalu.
Hawa mengatakan, pencurian terbaru membuatnya mengalami kerugian besar.
Baca juga: Pencurian Buah Sawit di Desa Sarjo Pasangkayu Berulang, Warga Kecewa ke Polisi Pelaku Tak Ditangkap
Dari hasil panen yang seharusnya didapat, ia hanya bisa menyelamatkan delapan tandan buah sawit.
“Sudah delapan kali sejak Ramadan. Kemarin panen, saya cuma dapat delapan tandan saja,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026).
Ia juga mengaku telah mengetahui identitas pelaku yang disebut merupakan warga dari desa tetangga.
Bahkan, dalam kejadian terbaru, Hawa bersama suaminya sempat memergoki pelaku saat beraksi di kebun mereka.
“Sudah pernah kami tangkap basah. Suami saya sampai emosi dan mau menghajar, tapi saya larang. Saya takut nanti kami yang korban justru jadi pelaku,” jelasnya.
Menurut Hawa, identitas pelaku sebenarnya telah diketahui oleh aparat desa maupun pihak kepolisian.
Namun hingga kini, belum ada tindakan tegas untuk mengamankan pelaku tersebut.
“Pak desa sama polisi sudah tahu siapa pelakunya, tapi saya heran kenapa belum juga diamankan,” katanya.
Ia juga menyebut, suaminya kembali diminta datang ke Polsek pada hari ini.
Namun, suaminya memilih untuk tidak memenuhi panggilan tersebut karena merasa penanganan kasus ini tidak menunjukkan perkembangan.
“Suami saya disuruh datang lagi ke Polsek, tapi dia malas karena nanti pulang juga tangan kosong,” tambahnya.
Sementara itu, Tribun-Sulbar.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait lambannya penanganan kasus ini.
Kapolsek Bambalamotu, Iptu Yauri Yusuf, saat dihubungi belum memberikan keterangan lebih lanjut.
“Kami lagi ada rapat dengan orang Polda,” ujarnya singkat.
Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas agar kasus pencurian sawit yang berulang ini tidak terus merugikan masyarakat, khususnya para petani di Desa Sarjo. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan