TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Layanan transportasi darat Perusahaan Umum (Perum) DAMRI rute Kabupaten Tana Tidung (KTT) menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara terus dimanfaatkan masyarakat sebagai akses utama mobilitas antarwilayah.
Selain menjadi penghubung antardaerah, keberadaan DAMRI dinilai turut mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Arief Prasetiawan, saat ditemui di kantornya di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).
“Untuk penumpang yang turun di desa-desa sebelum Tanjung Selor itu ada tarifnya sendiri, tentu tidak sama karena tergantung jaraknya,” ujar Arief.
Baca juga: Tana Tidung Belum Bisa Layani Ganti Plat dan Balik Nama Kendaraan, Bapenda Cari Solusi
DAMRI rute KTT-Tanjung Selor diberangkatkan setiap hari saat pagi.
Pada Jumat (1/5/2026), bus dijadwalkan berangkat pukul 09.30 WITA.
Selain jadwal keberangkatan, DAMRI juga menetapkan tarif berbeda menyesuaikan titik naik dan turun penumpang di sepanjang rute tersebut.
Untuk rute dari wilayah Tana Tidung menuju Tanjung Selor, tarif DAMRI sebagai berikut:
Layanan DAMRI ini menjadi salah satu moda transportasi yang cukup diminati masyarakat Kalimantan Utara, terutama untuk perjalanan menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Utara, yakni Tanjung Selor.
Adapun durasi perjalanan dengan rute Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.
Masyarakat diimbau datang lebih awal ke titik keberangkatan guna memastikan ketersediaan kursi serta menghindari keterlambatan perjalanan.
(*)
Penulis : Rismayanti