- Sejumlah komandan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengajukan proposal kepada Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan ke Iran.
Proposal serangan tersebut diklaim militer AS sebagai invasi yang “singkat dan ampuh” terhadap Iran.
Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan kebuntuan negosiasi antara kedua pihak.
Pengarahan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4/2026) dan dipimpin oleh Kepala Komando Pusat AS (US CENTCOM), Brad Cooper.
Dilansir dari Tribunnews, Sumber terpercaya mengatakan kepada Axios bahwa usulan tersebut mencakup operasi terarah terhadap infrastruktur utama Iran, Jumat (1/5).
"Tujuan dari opsi serangan terukur ini dirancang untuk menggeser momentum setelah beberapa putaran pembicaraan yang gagal," tulis laporan tersebut, Kamis.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine, diperkirakan turut menghadiri pengarahan tingkat tinggi tersebut.
Salah satu opsi yang dibahas adalah upaya merebut sebagian kendali Selat Hormuz.
Tujuannya untuk mengamankan jalur pelayaran komersial tersebut.
Rencana itu disebut berpotensi membutuhkan pengerahan pasukan darat dan dapat meningkatkan eskalasi konflik secara signifikan.
Selain itu, opsi lain mencakup misi pasukan khusus untuk mengamankan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
Di sisi lain, para pejabat militer memperingatkan risiko pembalasan Iran yang dapat menargetkan pasukan AS.
Hal itu berpotensi akan terjadi di kawasan jika blokade atau serangan akan dilakukan.
Meski demikian, Gedung Putih disebut masih mempertimbangkan opsi militer untuk memecah kebuntuan atau memberikan tekanan signifikan terhadap Iran.
Diketahui, perkembangan ini terjadi sehari setelah Trump menginstruksikan para asistennya untuk bersiap menghadapi blokade berkepanjangan di Selat Hormuz.
Langkah ini dianggap sebagai strategi utama untuk meningkatkan tekanan pada Iran