KSBSI Sejajarkan Indonesia dengan Venezuela dan Bolivia di Hadapan Presiden Prabowo, Ini Alasannya
Sinta Darmastri May 01, 2026 11:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Panggung peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026), menjadi saksi momen yang jarang terjadi di panggung politik global. Di tengah gemuruh suara ratusan ribu buruh, Elly Rosita Nababan, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), mengungkapkan sebuah catatan istimewa mengenai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam orasinya, Rosita menyebut bahwa kehadiran Prabowo di tengah-tengah massa buruh menempatkan nama Indonesia di posisi yang sangat unik di mata dunia. Menurutnya, Prabowo merupakan pemimpin ketiga yang secara terbuka merayakan Hari Buruh langsung bersama rakyatnya.

"Bapak adalah presiden ketiga, adalah presiden ketiga di seluruh dunia (yang merayakan hari buruh bersama buruh)," kata Rosita yang disambut senyum hangat oleh Presiden Prabowo. Ia pun merinci lebih lanjut perbandingan tersebut, "Pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia yang mau merayakan hari buruh dengan buruh."

Namun, di balik sanjungan tersebut, terselip harapan besar dan titipan aspirasi dari kelas pekerja yang disampaikan langsung kepada kepala negara. Rosita memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pemerintah segera meratifikasi Konvensi 188 yang berkaitan dengan sektor perikanan.

"Kemungkinan ini mimpi saya akan menjadi kenyataan hari ini. Saya berharap Bapak akan menandatangani konvensi 188 tentang perikanan," ungkapnya penuh harap.

Selain isu perikanan, KSBSI juga menitipkan dua poin krusial lainnya. Pertama, mendesak lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak pada kesejahteraan buruh, terutama terkait sistem pengupahan dan regulasi outsourcing.

Baca juga: May Day 2026! Kehadiran Presiden Prabowo di Monas Disambut Lagu Band Tipe-X, 11 Harapan untuk Buruh!

"Kami percaya bahwa Bapak akan melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan tentang peraturan kontrak pengupahan dan outsourcing, itu akan segera disahkan," tutur Rosita.

Tak lupa, Rosita yang mewakili suara pekerja perempuan juga menyoroti pentingnya perlindungan dari kekerasan di lingkungan kerja, keamanan bagi para pengemudi ojek online (ojol), hingga penguatan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Hanya itu yang bisa saya sampaikan ke hadapan Bapak," tutupnya.

Peringatan May Day 2026 di Monas kali ini memang terasa berbeda. Selain dihadiri oleh pejabat teras negara seperti Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, hingga Kapolri, suasana cair begitu terasa saat Presiden Prabowo sempat bersalaman hingga berjoget bersama para buruh di atas panggung. Keriuhan tersebut semakin lengkap dengan penampilan hiburan dari grup band Tipe-X yang menghibur massa dari berbagai daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.