TRIBUNNEWS.COM - Profil Timnas Uzbekistan, jagoan baru dari Benua Asia yang merupakan salah satu negara debutan paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Diketahui, Uzbekistan merupakan negara bagian Asia Tengah, yang punya luas 448.978 km persegi.
Sebagian besar wilayah negara ini terdiri dari gurun dan stepa (hampir 80 persen), dengan pegunungan di bagian timurnya.
Berbatasan langsung dengan negara Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Afghanistan dan Turkmenistan.
Negara ini tercatat baru merdeka pada tahun 1 September 1991 alias belum genap 35 tahun.
Baca juga: Profil Timnas Maroko Piala Dunia 2026: Hakimi Cs Lanjutkan Momentum Manis dari Qatar
Meskipun demikian, perkembangan Uzbekistan sangatlah pesat, terutama dalam kemajuan mereka di dunia sepak bola.
Bahkan, di level internasional, Timnas Uzbekistan yang terdiri dari berbagai kelompok umur mampu meraih prestasi luar biasa secara konsisten.
Mulai dari Timnas Uzbekistan U17, U20, U23, hingga senior, hampir semuanya sudah mempersembahkan gemilang.
Di level U17, Uzbekistan sudah menjadi langganan Piala Dunia U17, bahkan pernah mencapai babak perempat final dalam dua edisi berbeda yakni 2011 dan 2023.
Uzbekistan U17 juga terhitung sudah pernah menisbatkan diri sebagai juara Piala Asia 2x, yakni tahun 2012 dan 2025.
Di level U20, Uzbekistan pernah menjadi juara Piala Asia U20 2023, runner-up Piala Asia U20 2007, dan perempat final Piala Dunia U20 2013 serta 2015.
Beralih ke level U23, Uzbekistan sudah pernah meloloskan diri tampil di Olimpiade Paris 2024.
Gelar juara Piala Asia U23 2018 dan runner-up beruntun di ajang yang sama (2022, 2024) menjadi bukti valid kegemilangan tim Uzbekistan U23.
Puncaknya di level senior.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Uzbekistan akhirnya mampu tembus ke Piala Dunia perdananya di tahun 2026.
Keberhasilan Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, seakan menjadi bukti transformasi luar biasa yang dilakukan federasi sepak bola negara ini dalam waktu 1,5 dekade terakhir ini.
Dalam sejarahnya, Uzbekistan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda punya potensi luar biasa di sepak bola.
Hal itu dibuktikan dengan catatan perjalanan Uzbekistan setiap kali bertarung di babak kualifikasi.
Hanya saja, nasib Uzbekistan kerapkali berakhir pilu lantaran tersingkir di momen kritis.
Sebagaimana misal pada kualifikasi Piala Dunia 2006, harapan Uzbekistan lolos ke babak utama, seketika ambyar.
Penyebabnya insiden yang melibatkan kesalahan wasit, membuat kemenangan atas Bahrain, dibatalkan FIFA.
Akhirnya, ketika laga tersebut harus diulang, Uzbekistan kalah dari Bahrain gegara agresifitas gol tandang.
Lalu di edisi 2014, Uzbekistan lagi-lagi harus gigit jari, lantaran langkahnya terhenti di fase kritis, karena kalah adu penalti.
Hingga pada akhirnya, tepat pada edisi kesembilannya, Uzbekistan baru merasakan manisnya lolos perdana ke Piala Dunia.
Dapat dikatakan, kelolosan Uzbekistan ke putaran final Piala Dunia 2026 berjalan lebih mulus dibandingkan edisi lainnya.
Berbekal skuad mumpuni yang dianggap merupakan generasi emas Uzbekistan.
Tim ini mampu lolos langsung ke Piala Dunia setelah menyegel status runner-up di klasemen akhir Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada ronde ketiga.
Dengan koleksi 21 poin dari 10 laga, Uzbekistan mendampingi Iran (23 poin) selaku juara grup, untuk lolos ke Piala Dunia dari Grup A.
Kini, Uzbekistan punya kesempatan untuk membuktikan kualitas terbaiknya sebagai calon jagoan baru dari Asia di panggung sekelas Piala Dunia.
Jika menilik skuad yang dimiliki Uzbekistan saat ini, dapat dikatakan Uzbekistan punya generasi emas yang siap menghentak sepak bola Asia maupun dunia.
Nama pemain seperti Abdukodir Khusanov (Manchester City), Abbosbek Fayzullaev (Istanbul Basaksehir), Eldor Shomurodov (kapten/Istanbul Basaksehir) akan menjadi tulang punggung Uzbekistan di Piala Dunia 2026.
Situasi kian menarik, karena Uzbekistan mempercayakan pos pelatih kepada sosok Fabio Cannavaro.
Cannavaro jelas bukan nama yang asing di telinga sepak bola, apalagi ketika berbicara soal Piala Dunia.
Pelatih berdarah Italia itu diketahui merupakan sosok pemenang Piala Dunia 2006 silam.
Ya, Cannavaro yang kala itu masih menjadi kapten Italia, mampu membawa Gli Azzurri memenangkan gelar Piala Dunia 2006 lewat drama adu penalti melawan Prancis eranya Zinedine Zidane.
Sosok yang menjadi pemain belakang terakhir yang memenangkan Ballon d'Or itu kini punya kesempatan sekaligus tantangan untuk membawa Uzbekistan menjadi debutan paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Berbekal pengalamannya melatih tim seperti Guangzhou Evergrande, Al Nassr, Tianjin Quanjian, Benevento, Udinese, hingga terakhir Dinamo Zagreb.
Pelatih berusia 52 tahun itu punya bekal berharga untuk bisa membawa Uzbekistan melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.
Berada di Grup K, Uzbekistan akan berhadapan dengan Portugal, Kolombia, dan Kongo.
Portugal jelas menjadi lawan terberat Uzbekistan, lalu Kolombia juga sama-sama underdog, persaingan Grup K jelas akan menjadi tangan bagi Cannavaro bersama tim besutannya.
18 Juni 2026
Jam 09.00 WIB - Uzbekistan vs Kolombia di Mexico City Stadium
24 Juni 2026
Jam 00.00 WIB - Portugal vs Uzbekistan di Houston Stadium
28 Juni 2026
Jam 06.30 WIB - Congo vs Uzbekistan di Atlanta Stadium
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)