TRIBUNNEWS.COM - Persib Bandung akhirnya kembali ke puncak klasemen Super League 2025/2026 alias Liga 1 setelah menang dramatis 4-2 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-30, Jumat (30/4/2026) malam.
Pada laga tersebut sejatinya Persib tertinggal dua gol lebih dulu lewat aksi Bernard Doumbia (6') dan Moussa Sidibe (26').
Namun Persib mampu bangkit lewat empat gol yang dilesakkan Federico Barba (45+2'), Berguinho (49'), Beckham Putra (60'), dan Adam Alis (89').
Kemenangan comeback itu membuat Persib kini mengoleksi 69 poin dari 30 laga, sama dengan Borneo FC yang berada di peringkat kedua.
Namun Persib berhak di posisi puncak klasemen karena unggul head to head berkat kemenangan atas Pesut Etam di putaran pertama.
Kondisi ini membuat kompetisi Liga 1 di akhir musim semakin krusial dengan hanya empat laga sisa bagi kedua tim.
Persaingan gelar juara semakin panas karena selisih poin nol dan selisih gol yang juga sama.
Persib mencatat 21 kemenangan, 6 seri, dan 3 kekalahan dengan gol 54-20 (selisih +34). Sementara Borneo lebih produktif di depan dengan 62 gol, tapi kebobolan lebih banyak (62-28, selisih +34 juga).
Kini dengan empat jadwal sisa di Super League 2025/2026, siapakah yang bakal juara di akhir musim?
Jika dilihat dari jadwal-jadwal Persib Bandung, laga yang paling berat tentu saat melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32.
Bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam laga derby El Classico Indonesia, ini akan menjadi ujian yang sesungguhnya bagi skuad Asuhan Bojan Hodak.
Laga derbi biasanya selalu penuh emosi dan bisa menjegal langkah Persib menuju jalur juara.
Selain itu, Persija juga saat ini juga berada di posisi ketiga, tertinggal tujuh poin dari Maung Bandung dan tentu ingin mempertahankan momentum untuk menjaga asa juara.
Sementara lawan-lawan lainnya berada di posisi papan bawah dan seharusnya dapat diatasi Persib.
PSIM Yogyakarta kini berada di urutan ke-11, tim berjuluk Laskar Mataram itu juga tengah jeblok tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir.
Sementara PSM Makassar (peringkat 14) dan Persijap (13) samsa-sama sedang berjuang menjauh dari ancaman degradasi.
Di atas kertas Persib seharusnya mampu mengalahkan keduanya. Namun kondisi PSM dan Persijap yang juga tengah mengincar poin juga dapat menjadi batu sandungan.
Baca juga: Hasil Akhir Bhayangkara FC vs Persib: Drama 6 Gol Bawa Maung Bandung ke Puncak Klasemen Liga 1
Jika dibandingkan Persib, Borneo FC justru menghadapi jadwal yang relatih lebih berat karena tiga dari empat lawannya berada di separuh atas klasemen.
Lawan-lawan seperti Persita (peringkat 9), Bali United (8), dan khususnya Malut United (peringkat 4) merupakan tim-tim kuat yang sulit dikalahkan.
Hanya Persijap yang berada di papan bawah.
Borneo juga memiliki dua laga kandang dan dua tandang, sama seperti Persib, tapi kualitas lawan secara rata-rata lebih tinggi.
Laga tandang ke Bali United dan menghadapi Malut United di pekan terakhir bisa menjadi penentu.
Selain wajib menang di empat laga sisa, Borneo FC juga harus berharap Persib terpeleset karena kalah head to head dari Maung Bandung.
Jika dilihat dari lawan-lawannya, Persib sedikit lebih diunggulkan karena jadwal yang lebih ringan dan keunggulan head-to-head.
Namun, sepak bola penuh kejutan. Satu hasil buruk di derbi Persija atau laga tandang PSM bisa membuka peluang bagi Borneo.
Sebaliknya, jika Borneo gagal meraih poin dari Bali United atau Malut United, Persib tinggal menjaga konsistensi untuk merayakan gelar di GBLA.
Menarik dinantikan hingga apekan terakhir pada 23 Mei 2026 mendatang. Siapakah yang bakal juara Super League 2025/2026?


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)