Guru Ponpes Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong, Penuh Luka dan Pendarahan Hebat
Reny Fitriani May 01, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Banjarbaru -  Seorang guru pondok pesantren ditemukan tewas mengenaskan di area lahan kosong penuh semak-semak di Sungai Ulin Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Korban berinisial HN (25), warga Kompleks Bincau Indah II, Kelurahan Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Selain seorang guru ponpes, korban juga bekerja samping sebagai penjaga toko akseris.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (29/4/2026) malam di lahan kosong yang berjarak ratusan meter dari Jalan Seledri RT.020 RW.005 Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. 

Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi, mengatakan awalnya korban dilaporkan hilang karena tidak masuk kerja.

Baca Juga: Ayah Histeris Lihat 2 Anak Terbujur Kaku, Tewas Tertimpa Truk Muatan Pupuk Ayam

Lalu pada Rabu (29/4/2026), keluarganya mendapat kabar dari tempat korban bekerja sebagai pengajar di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Banjar bahwa korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada saksi.

“Ternyata pihak toko aksesoris tempat korban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa korban tidak ada di toko dan hilang begitu saja,” terangnya.

Mengetahui hal tersebut, saksi yang merupakan bapak dan ibu sambung korban berusaha mencari keberadaan korban bersama dengan teman-teman korban. 

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita, saksi mendapat kabar bahwa sepeda motor milik korban ditemukan oleh para warga sekitar TKP dan diamankan oleh Polsek Banjarbaru Utara.

Saat itu, jasad korban belum dtemukan.

Kemudian, para saksi dan teman-teman korban kembali berusaha melakukan pencarian dan akhirnya sekitar pukul 20.00 Wita korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di TKP. 

“Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Utara guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Kepolisian menduga korban menjadi korban pembunuhan.

Dugaan itu berdasarkan kondisi tubuh korban yang ditemukan dengan banyak luka dan lebam membiru.

“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Masih dari hasil pemeriksaan Ver Autopsi luar dan dalam, korban meninggal dunia lebih dari 24 jam terhitung dari waktu pemeriksaan autopsi. 

Lanjut Kardi, menurut keterangan orang tua angkat korban, bahwa sejumlah barang berharga milik korban ada yang hilang seperti emas dan hanphone.

 “Yang hilang berupa anting emas milik korban dan handphone. Sedang untuk dompet, indentitas diri dan uang tunai Korban selalu tinggal di rumah. Korban selalu menggunakan aplikasi e-Money untuk melakukan transaksi pembelian,” pungkasnya.

Sumber: TribunJateng.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.