Menteri Zulikifli Hasan Tinjau Harga Gabah dan Pupuk di Bengkulu, Tegaskan Tak Boleh Ada Tengkulak
Rita Lismini May 01, 2026 02:41 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengecek langsung berbagai kendala yang dihadapi masyarakat terkait harga gabah dan ketersediaan pupuk saat menghadiri kegiatan bersama petani di Bengkulu.

Kegiatan itu berlangsung di pinggir sawah-sawah yang berada di kawasan Danau Dendam, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Zulhas didampingi sang adik Helmi Hasan selaku Gubernur Bengkulu dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Unsur Forkopimda hingga pihak Pupuk Indonesia.

Dalam dialog yang berlangsung santai dan penuh keakraban tersebut, Zulkifli Hasan menanyakan langsung kepada masyarakat mengenai harga gabah yang saat ini diterima petani.

“Sekarang harga gabah berapa?” tanya Zulkifli Hasan kepada warga, saat di pinggir sawah di kawasan danau dendam, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).

Masyarakat kompak menjawab harga gabah kini berada di angka Rp6.500 per kilogram. Menko Pangan kemudian membandingkan dengan harga gabah beberapa tahun lalu yang hanya berkisar Rp4.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga gabah tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani.

“Itu atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, harga gabah menjadi Rp6.500. Tidak boleh ada tengkulak yang memainkan harga,” ujarnya.

Selain harga gabah, Zulkifli Hasan juga mengecek langsung distribusi pupuk kepada petani. Ia menanyakan apakah pupuk subsidi masih sulit didapatkan seperti sebelumnya.

Warga pun menjawab bahwa distribusi pupuk saat ini sudah lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu pupuk susah, panen dulu baru pupuk datang. Sekarang lancar,” kata salah seorang warga yang disambut tepuk tangan peserta lainnya.

Zulkifli Hasan menyebut kelancaran distribusi pupuk merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya keberpihakan kepada petani lokal dibandingkan bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

“Kalau kita terus impor beras, yang untung petani luar negeri. Presiden meminta kita mencintai petani Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, capaian pertanian pada 2025 tidak terlepas dari dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para petani yang terus bekerja meningkatkan produksi pangan.

Untuk diketahui, Stok pupuk bersubsidi di Bengkulu per 28 April 2026 mencapai 2.867 ton, dengan rincian:

  • Urea 1.143 ton
  • NPK 1.521 ton
  • Organik 1 ton
  • Lainnya 201 ton
  • Total 2.867 ton

Di sisi lain, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Bengkulu per April 2026 mencapai 23.284 ton atau 92,37 persen dari alokasi 2026 dengan rincian:

  • Urea 8.905 ton atau 104,93 persen 
  • NPK 14.039 ton atau 90,25 persen 
  • Organik 440 ton atau 34,53 % 
  • Total 23.384 ton atau 92,37 %

Alokasi pupuk bersubsidi di Bengkulu untuk 2026 mencapai 75.986 ton, dengan rincian:

  • Urea 22.473 ton
  • NPK 41.080 ton
  • NPK Kakao 3 ton
  • Organik 12.412 ton
  • SP-36 18 ton
  • Total 75.986 ton
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.