TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tuntutan kerja yang kian tinggi, kebutuhan akan tempat penitipan anak yang aman dan terpercaya menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kehadiran daycare bagi para buruh bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan solusi nyata agar para pekerja dapat bekerja dengan tenang tanpa dihantui kekhawatiran terhadap anak-anak mereka.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini telah memfasilitasi pembangunan daycare di sejumlah wilayah, termasuk di Ungaran dan Batang. Peresmian salah satunya dilakukan di Rusunawa Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
“Kenapa ada daycare ini, agar tenaga buruh bisa kerja maksimal, anak-anaknya yang dititipkan bisa pola asuh dan asih,” kata Luthfi, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Sempat Diam, Pemilik Daycare Baby Preneur Aceh Kini Minta Maaf, Serahkan Pelaku Kekerasan ke Polisi
Menurut Ahmad Luthfi, ketenangan pikiran menjadi kunci utama produktivitas buruh. Para pekerja, khususnya yang memiliki anak kecil, sering kali dihadapkan pada dilema antara tanggung jawab pekerjaan dan kekhawatiran terhadap pengasuhan anak.
“Buruh yang punya anak, saat bekerja akan tenang saat anaknya diopeni dan diawasi oleh yang dipercaya,” ungkapnya.
Dengan adanya daycare yang terjamin kualitasnya, beban psikologis para pekerja diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyinggung kasus yang sempat terjadi di Yogyakarta, yang menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan daycare.
“Jangan seperti yang kejadian di Jogja, disuruh dirawat malah anaknya ditaleni (diikat). Jangan sampai kejadian seperti itu, ditinggal kerja tapi mikir bagaimana dengan pengasuhannya anak,” kata Luthfi.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa aspek pengawasan dan kualitas layanan daycare harus menjadi prioritas utama.
Baca juga: Jejak Kriminal Ketua Yayasan Little Aresha Dibongkar Polisi: Dari Koruptor Jadi Pengelola Daycare
Luthfi menilai, keberadaan daycare yang terpercaya dapat menjadi solusi penting untuk meringankan beban pekerja sekaligus meningkatkan efektivitas kerja. Oleh karena itu, ia mendorong agar fasilitas serupa terus dikembangkan di berbagai wilayah.
Tak hanya soal pengasuhan anak, perhatian pemerintah juga menyasar kebutuhan lain para buruh, termasuk akses terhadap bahan pokok.
Saat ini, tercatat ada 537 koperasi karyawan yang telah beroperasi. Program ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi kebutuhan pokok agar lebih efisien dan terjangkau.
“Ini untuk memutus rantai distribusi pemenuhan kebutuhan pokok karyawan, sehingga daya beli bisa tepat sasaran dan karena harga bahan pokok langsung dari produsen sehingga bisa terjangkau,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, memastikan bahwa daycare yang dikelolanya telah mengantongi izin resmi dari pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan pendampingan dari instansi terkait agar kualitas layanan tetap terjaga.
Daycare Tripartit Berdikari yang berlokasi di Rusunawa Gedanganak ini akan beroperasi mulai Senin hingga Sabtu, dilengkapi dengan tenaga pengajar PAUD serta pendamping anak sesuai usia.
Langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini menjadi sinyal bahwa kesejahteraan buruh tidak hanya diukur dari upah, tetapi juga dari dukungan terhadap aspek kehidupan lainnya termasuk pengasuhan anak.
Dengan daycare yang aman, terstandar, dan terpercaya, para buruh diharapkan dapat bekerja lebih fokus, sementara anak-anak mereka tetap mendapatkan perhatian dan pengasuhan yang layak.
***
(TribunTrends/Kompas)