TRIBUNWOW.COM - PSIM Yogyakarta kehilangan sosok penting jelang berakhirnya Super League Liga 1.
PSIM Yogyakarta menyisakan 4 pertandingan lagi untuk mengakhiri gelaran Liga 1.
Yakni melawan Persib Bandung, Malut United, Madura United dan Arema FC.
Baca juga: Hasil Akhir PSIM Yogyakarta Vs Persita: Kiper Timnas Indonesia Saves Penalti, Tuan Rumah Kalah 0-1
Di sisa 4 laga itu, PSIM Yogyakarta justru kehilangan sang manajer yang memutuskan untuk pergi meninggalkan Laskar Mataram.
Ialah Dyaradzi Aufa Taruna yang mengumumkan hengkang dari belakang meja kerja PSIM Yogyakarta.
Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram miliknya, @razzitaruna, Kamis (30/4/2026).
Radzi merupakan manajer dari PSIM Yogyakarta yang sudah bekerja selama 3 tahun terakhir.
Ia turut ikut berkontribusi dalam upaya PSIM Yogyakarta yang naik ke kasta tertinggi pada musim 2025/2026 lalu.
"Mulai dari juara Liga 2 / kembali promosi ke Liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Radzi.
Dalam perpisahannya, Radzi menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf pada seluruh pecinta PSIM Yogyakarta.
"Teruntuk Brajamusti, The Maident, dan seluruh pecinta PSIM, terima kasih banyak atas segalanya selama saya berada di sini. Kalian sungguh luar biasa.
Saya mohon maaf apabila selama saya di sini, masih ada kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat," tulisnya.
Di akhir kalimatnya, ia menyebut akan tetap mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk klub Laskar Mataram.
"Sekian dari saya, saya pamit undur diri. Saya akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk PSIM," tambahnya.
Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming PSIM Yogyakarta Vs Persita Tangerang, Simak Susunan Pemainnya
Diketahui, Radzi meninggalkan PSIM Yogyakarta saat tim ini berjuang dalam 7 laga tanpa kemenangan.
PSIM Yogyakarta terakhir menang pada 27 Februari 2026 lalu saat melawan PSBS Biak.
Sisanya, Laskar Mataram harus menelan 4 kali kekalahan dan 3 kali hasil imbang baik di kandang maupun tandang.
Saat ini PSIM Yogyakarta berada di posisi ke-11 klasemen Super League dengan mengantongi 39 poin.
Meski besar kemungkinan PSIM Yogyakarta akan bertahan di Super League namun mereka bukan tanpa kepastian.
Laskar Mataram menyisakan 4 laga lagi dengan poin 39, sedangkan saat ini Persis Solo yang berada di ujung zona degradasi memiliki 27 poin.
Bahkan jika Persis Solo memenangkan sisa 4 laga, mereka memiliki poin yang sama dengan PSIM Yogyakarta. (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)