Gubernur Jateng Resmikan Daycare untuk Anak Pekerja di Ungaran, Biaya Rp 300 Ribu Perbulan
muslimah May 01, 2026 01:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meresmikan Daycare Tripartit Berdikari, di Rusunawa Ungaran, Desa Gedanganak, Kecamatan Ungatan Timur, Jumat (1/5/2026). 

Daycare ini dibangun untuk memfasilitasi para pekerja agar tidak khawatir terhadap pengasuhan anak saat bekerja.

Menurut Luthfi, keberadaan daycare menjadi solusi agar para buruh dapat bekerja lebih maksimal tanpa terbebani pikiran soal kondisi anak di rumah. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja perempuan, tetapi juga bagi pekerja laki-laki yang memiliki anak. 

"Semua karyawan baik bapak-bapak atau ibu-ibu yang punya anak, kerjanya bisa maksimal. Jangan sampai anaknya ditinggal kerja, waktu kerja mikir anak di rumah, jangan sampai waktu kerja mikir anaknya tidak ada yang mengasuh, jangan sampai waktu kerja mikir anaknya ditali seperti kasus di Jogja," tutur Luthfi, saat sambutan peresmian Daycare Tripartit Berdikari. 

Luthfi juga mendorong agar kapasitas daycare dapat terus diperluas sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh para pekerja.

Selain itu, pihaknya telah mengembangkan koperasi karyawan yang bertujuan memutus rantai distribusi kebutuhan pokok.

Sehingga, pekerja dapat memperoleh bahan pokok penting dengan harga lebih terjangkau langsung dari produsen, seperti beras dari petani, cabai dari petani, hingga minyak dari Bulog.

"Termasuk, saat May Day kita perintahkan transportasi Rp 1.000. Serta, perumahan khusus buruh kami sudah dapat kuota dari kementerian," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugrah Tripartit Serasi, Sakun Adiwiratmoko mengatakan, mengatakan pendirian daycare ini merupakan inisiatif LKS Tripartit Kabupaten Semarang untuk menjawab persoalan pengasuhan anak pekerja, khususnya usia di bawah lima tahun, yang kerap berdampak pada produktivitas kerja.

Melalui yayasan tersebut, pihaknya membangun Daycare Tripartit Berdikari sebagai program utama, dengan seluruh perizinan yang telah dinyatakan lengkap.

Pihaknya telah merekrut tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari satu guru PAUD, satu guru pendamping, dan satu guru pendamping muda. Selain itu, proses rekrutmen peserta didik juga telah dilakukan, dengan target awal sebanyak 16 anak yang dipastikan terpenuhi.

"Kami akan bersinergi dengan instansi terksit antara lain pendidikan, kksehatan, DP3KP, Disnaker untuk optimalisasi, misalnya penyusunan kurikulum, upgraidng skill dan program-program lain," ujarnya. 

Untuk menjamin keamanan, Sakun menambahkan, daycare dilengkapi dengan sistem CCTV. Biaya layanan bagi pekerja ditetapkan sebesar Rp 300 ribu per bulan, sementara sisanya disubsidi melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dihimpun dalam Forum TJSLP (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan). 

Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan layanan serupa di dua lokasi lain, yakni Rusunawa Pringapus dan Ambarawa. Pengembangan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan bagi anak-anak pekerja di Kabupaten Semarang.
 
"Rencana, ke depan akan berkembang di dua titik yaitu di Rusunawa Pringapus dan Ambarawa. Yayasan akan melakukan ekspansi di dua titik tersebut. Saat ini, menyasar anak pekerja," katanya. (eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.