Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai keberlanjutan dan kepastian kerja bagi para peserta Magang Nasional sangat penting untuk ditelaah lebih jauh dengan industri.
“Grand design dari program magang yang mestinya harus disesuaikan dengan kebijakan industri atau kebijakan pengembangan usaha, bisnis dan sektor yang mana (yang relevan) itu menjadi sangat penting,” kata Faisal saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Dengan mempertimbangkan relevansi program dan kebutuhan dunia kerja, lanjut dia, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman sebelum memasuki pasar kerja, tapi juga kepastian dalam memulai karier dengan matang.
“Jadi diperlukan dialog, koordinasi dengan pihak industrinya supaya nanti program magang ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan arah prioritas ke depan,” ujar dia.
Senada dengan Faisal, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan perusahaan juga diharapkan memiliki kepastian bagi para peserta magang agar dapat bekerja setelah menjalani setidaknya enam bulan dari program itu.
“Kita tetap mendorong adanya kepastian karier peserta magang yang diperjelas. Itu yang paling penting dari program Magang Nasional ini,” kata Nailul.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 11.949 orang telah menyelesaikan Magang Nasional Tahap I.
Kemnaker pun masih melakukan pengumpulan data terkait jumlah peserta magang yang sudah direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalankan program.
Dari informasi terakhir, Kemnaker mencatat sudah ada perusahaan yang merekrut 20-30 persen dari peserta magang tersebut.





