Ustaz Dasad Latif Kritik Menteri PPPA Arifah soal Wacana Pemindahan Gerbong Kereta, Disuruh Belajar
Rusaidah May 01, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kritikan terhadap Menteri PPPA Arifah Fauzi soal usulannya yang ingin memindahkan gerbong kereta khusus wanita ke tengah muncul dari berbagai pihak.

Tak hanya masyarakat, kini ulama seperti Ustaz Dasad Latif turut buka suara soal usulan dari Menteri PPPA tersebut.

Menurut Ustaz Dasad Latif, kemampuan public speaking Arifah sangat buruk.

Ia lantas meminta Arifah belajar kembali mengenai public speaking.

Adapun hal itu disampaikan oleh Ustaz Dasad Latif melalui Instagram-nya, @dasadlatif1212 pada Kamis (30/4/2026).

"Solusi kecelakaan 'Perempuan ditempatkan di tengah, apa iya sih?'," tulis Ustaz Dasad Latif.

Baca juga: Rekam Jejak Kompol Dedi Kurniawan Polisi Viral Isap Vape Isi Narkoba, Pernah Dicopot dari Wakapolsek

"Sekali lagi, pejabat publik belajarlah bicara baik dan benar, biar tidak gaduh," ungkap Ustaz Dasad Latif.

"Public speaking itu bisa dipelajari. BELAJARLAH," tambahnya.

Pernyataan Ustaz Dasad Latif menuai beragam komentar dari masyarakat.

Beragam pendapat bersusulan mengisi kolom komentar postingannya.

@ritasiregarr_: Tugas laki-laki itu mengalah terhadap perempuan, bukan begitu ustaz

@opickputrapopeye: Pejabat kita lulusan apa ya, pada ngaco bikin gaduh

@sri996185: Aku heran sama Menteri Indonesia bisanya bikin gaduh aja, padahal sekolah sampai S3, tapi ngomong aja enggak becus

Sebelumnya, usulan terkait pemindahan gerbong kereta khusus perempuan ini muncul setelah insiden kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Insiden kecelakaan tersebut memakan korban yang mayoritasnya adalah perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan pihaknya sempat mempertanyakan kebijakan penempatan gerbong khusus perempuan itu kepada PT KAI.

“Alasannya agar tidak terjadi rebutan. Namun, dengan adanya peristiwa ini, kami mengusulkan agar gerbong khusus perempuan bisa ditempatkan di bagian tengah,” ujar Arifah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Rekam Jejak Jeni Finalis Puteri Indonesia 2024, Pernah Dituding Pelakor, Kini jadi Dokter Gadungan

Meski demikian, Arifah menyebut tidak seluruh korban merupakan perempuan. Beberapa korban laki-laki juga tercatat dirawat di RSUD Bekasi.

Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui adanya korban laki-laki dalam kejadian tersebut.

“Saya sempat kaget, kok ada korban laki-laki. Ternyata mereka berada di gerbong tiga, dan ada juga yang berasal dari rangkaian KA Argo Bromo Anggrek,” jelasnya.

Menteri PPPA Minta Maaf

Usai menyampaikan pernyataan yang kontroversi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi kini meminta maaf.

Dalam video yang diunggah melalui akun resmi Kementerian PPPA pada Rabu (29/4), Arifah mengakui bahwa pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya tidak tepat dan telah menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.

Ia menyadari bahwa gagasan tersebut, alih-alih memberikan solusi, justru melukai perasaan korban dan keluarga yang masih berduka.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat."

"Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujarnya.

Arifah menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain, termasuk laki-laki.

Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama, tanpa membedakan gender.

Dalam situasi pascakecelakaan, menurut dia, fokus pemerintah seharusnya tidak bergeser dari upaya penanganan korban secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini perhatian pemerintah diarahkan pada penanganan para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Selain itu, pendampingan psikologis bagi penumpang dan keluarga yang mengalami trauma juga menjadi bagian penting dari respons yang tengah dilakukan.

Dirut PT KAI : Keselamatan Tidak Ada Toleransi

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya tidak pernah membedakan penumpang perempuan maupun laki-laki.

Bobby menegaskan, KAI menjamin keselamatan seluruh penumpang tanpa membedakan gender.

Pernyataan itu disampaikan Bobby menjawab usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, untuk memindahkan posisi gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian dan laki-laki ke depan dan belakang.

Usulan tersebut terucap setelah KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong perempuan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Akibat tabrakan itu, 16 penumpang KRL tewas dan 91 penumpang terluka.

"Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransi, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan laki-laki dan perempuan," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Bobby menjelaskan, pengadaan gerbong perempuan dilakukan untuk kenyamanan serta kemudahan akses saat menggunakan kereta.

(Bangkapos.com/TribunJatim.com/Wartakotalive.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.