Harga Tiket Persebaya Surabaya vs PSBS Biak, Mulai Rp 75 Ribu HIngga Rp 270.000
Adrianus Adhi May 01, 2026 03:04 PM

SURYA.co.id, Surabaya - Pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak akan digelar Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 15:30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo.

Laga ini menjadi ujian ketahanan Bajol Ijo sekaligus momen krusial bagi PSBS Biak yang berada di ambang degradasi.

Manajemen Persebaya juga telah merilis harga tiket resmi untuk laga melawan PSBS Biak. Tiket dibagi berdasarkan tribun dan kategori khusus.

Daftar Harga Tiket:

Tribun Keluarga Gate 1 Bawah: Rp 85.000

Tribun Timur Bawah: Rp 100.000

Baca juga: Jadwal Persebaya Surabaya vs PSBS Biak, Bajol Ijo Targetkan Tiga Poin

Tribun Selatan Bawah: Rp 85.000

Tribun Gate 21 Bawah: Rp 85.000

Tiket Pelajar Tribun Timur/ Selatan/ Gate 21 Bawah: Rp 75.000 (wajib kartu pelajar/KK/KTP)

Bundling Product Sponsor Tribun Keluarga: Rp 105.000

Bundling Product Sponsor Tribun Timur: Rp 120.000

Bundling Product Sponsor Tribun Selatan/ Gate 21: Rp 105.000

Tiket Pelajar Bundling Product Sponsor: Rp 95.000

Superfans Atas: Rp 200.000

Superfans Bawah: Rp 250.000

Superfans Bundling Product Sponsor Atas: Rp 220.000

Superfans Bundling Product Sponsor Bawah: Rp 270.000

Manajemen menegaskan aturan ketat untuk tiket pelajar. Jika ditemukan digunakan oleh orang dewasa, penonton akan dilarang masuk meski bertiket.

Kondisi Persebaya dan PSBS Biak Terbaru

Persebaya Surabaya sedang dalam tren positif. Kemenangan atas Arema menjadi bukti efektivitas serangan meski kalah statistik penguasaan bola.

Bernardo Tavares menilai mentalitas tim menjadi faktor utama. “Mentalitas dan sikap pemain tetap sama, fokus memenangkan pertandingan,” katanya.

Dukungan Bonek dan Bonita dari Surabaya juga menjadi energi tambahan. Meski tidak hadir langsung, semangat mereka terasa di lapangan.

Persebaya kini berada di posisi enam besar klasemen dengan peluang menjaga asa bersaing di papan atas. Konsistensi menjadi kunci.

Sementara itu, PSBS Biak berada dalam situasi genting. Dengan hanya 18 poin dari 30 pertandingan, mereka terbenam di dasar klasemen.

Kekalahan telak 0-7 dari Malut United menjadi pukulan besar bagi mental tim. Organisasi permainan dan fokus terlihat menurun drastis.

Delapan kekalahan beruntun membuat krisis semakin nyata. Kepercayaan diri pemain semakin menipis dari laga ke laga.

Secara matematis, peluang bertahan memang belum tertutup. Namun, jarak 11 poin dari zona aman membuat skenario sulit diwujudkan.

Pelatih Marian Mihail mencoba memberi kesempatan kepada pemain yang jarang tampil. “Kami ingin melihat siapa yang bisa membantu tim di masa depan,” katanya.

Dengan empat laga tersisa, PSBS hanya bisa mencapai maksimal 30 poin. Namun, tren performa membuat peluang itu semakin kecil.

Laga melawan Persebaya bisa menjadi vonis degradasi lebih cepat. Jika kalah, mereka dipastikan turun kasta.

Tekanan mental menjadi lawan terbesar PSBS. Situasi ini membuat harapan bertahan lebih bergantung pada keajaiban.

“Situasi memang sulit, tetapi kami tetap berusaha. Pemain harus menunjukkan kebanggaan meski hasil tidak sesuai harapan,” ujar Mihail.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.