Aci Antri Pertalite Hingga 2 Jam, Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU di Pelalawan
Sesri May 01, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pelalawan terjadi dalam empat hari terakhir ini.

Antrean kendaraan mengular ketika hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Khususnya kendaraan yang mengkonsumsi BBM subsidi jenis pertalite dan biosolar.

Tak hanya kendaraan roda empat ke atas saja, antrian sepeda motor juga memanjang sampai ke luar areal SPBU.

Amatan tribunpekanbaru.com di beberapa SPBU di Kota Pangkalan Kerinci, pemandangan masih terlihat sama sejak Kamis (30/4/2026) sampai Jumat (1/5/2026).

Di SPBU Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci dengan nomor 14.264.633, antrian mobil memanjang mulai dari dispenser pertalite sampai memenuhi areal SPBU dengan dua jalur.

Bahkan kendaraan juga memanjang di Jalintim sampai ke depan SMAN 1 Pangkalan Kerinci.  

"Sudah satu jam di sini, mau isi pertalite. Mobil menumpuk di sini, karena SPBU lain kosong minyaknya," kata Radit (35). 

Karyawan swasta ini memilih mengisi BBM pada hari libur, karena telah menerima informasi terkait antrean panjang di SPBU yang disebabkan kelangkaan minyak.

Ia sempat ingin mengantri pada malam hari, tetapi ayah satu anak ini mengurungkan niatnya lantaran panjang antrian mobil sampai ke depan SMPN 1 Pangkalan Kerinci. 

Baca juga: Antrian Panjang BBM di Sejumlah SPBU di Rokan Hulu

Warga Pangkalan Kerinci lainnya, Aci Meriza (40) mengaku terjebak antrian hingga dua jam lebih saat isi pertalite di SPBU Jalan Koridor Kilometer 5.

Padahal ia sengaja memilih mengantri setelah shalat maghrib dengan harapan kendaraan yang mengisi BBM minim. Namun di luar dugaannya, kendaraan malah mengular hingga susunannya tak beraturan ke badan jalan. 

"Karena udah sempat masuk antrian panjang, mau mundur tak bisa lagi. Terpaksa ikut antrian sampai selesai. Untung pas giliran saya, stok minyak masih ada," kata pegawai negeri ini.

Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU Jalintim Kilometer 55, SPBU dekar RS Efarina, dan SPBU KSO Buya Karim. Antrian terjadi mulai sore hingga malam, sedangkan pada pagi hingga siang hari BBM subsidi kosong. 

Baca juga: Pengendara Langsung Menyerbu, Sejumlah SPBU di Pekanbaru Mulai Dapat Pasokan Pertalite

"SPBU lain kosong, makanya menumpuk ke sini semuanya ngisi. Ngak tau juga apa penyebabnya," kata petugas SPBU Kota Pangkalan Kerinci, Rian.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Pelalawan, Hanafie menyampaikan, antrian panjang di SPBU terjadi merata di wilayah Pelalawan. Bahkan daerah lain seperti Pekanbaru juga mengalami hal yang sama. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pertamina, tidak ada pengurangan pasokan atau kuota," kata Hanafie. 

Antrian panjang itu disebabkan oleh pihak SPBU mengambil jatah lebih banyak di awal dan pertengahan bulan. Alhasil pada akhir bulan, kuotanya tinggal sedikit lagi.

Sedangkan permintaan dari masyarakat sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan antrian panjang kendaraan beberapa hari terakhir di SPBU.  

"Misalnya, SPBU memiliki jatah 60 mobil sebulan artinya harus masuk 2 mobil dalam sehari. Nah pada awal dan pertengahan bulan diambil banyak. Makanya di akhir bulan tinggal sedikit lagi," tambah Hanafie. 

Kuota BBM ke SPBU akan kembali normal mulai awal Bulan Mei lantaran perhitungan jatah bulanan sudah dimulai dari awal.

Sehingga antrian kendaraan tidak terjadi lagi, lantaran jumlah kuota masih sesuai dengan kebutuhan. 

"Seharusnya mulai hari ini sudah normal, ini awal bulan. Jadi masyarakat tidak perlu cemas atau kuatir. Bukan karena kelangkaan," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.