Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Mal Pusat Grosir Bogor (PGB) menjadi salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Kota Bogor.
PGB ini menjadi salah satu lokasi teramai di Kota Bogor sebab letaknya memang strategis.
Transportasi penunjang mulai dari Biskita Transpakuan saat ini, angkot, dan kereta dekat dengan pusat perbelanjaan PGB.
Alhasil banyak orang berbondong-bondong untuk sengaja berbelanja di PGB ini.
Namun siapa sangka ternyata PGB mempunyai sisi sejarah yang menarik untuk diulik.
Pegiat sejarah Abdullah Abubakar Batarfie atau yang kerap disapa Batarfie mengatakan, bahwa PGB ini berada di lahan eks pemakaman Belanda atau Kerkhoff.
Gerbang bertuliskan Momento Mori atau yang artinya ingatlah akan momen kematian menjadi penanda bahwa lokasi ini memang pemakaman Belanda.
“Kalau literasi yang saya tahu itu kalau PGB itu kan dulunya adalah pemakaman Belanda, ” kata Batarfie kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (1/5/2026).
Pemakaman Belanda ini sudah ada sejak tahun 1.800 an atau sekira abad 17-18.
Tokoh-tokoh besar saat itu dimakamkan di komplek Pemakaman Belanda ini.
Salah satunya yang saat ini dipakai menjadi salah satu tempat nama jalan yakni Devris atau dalam tulisan aslinya adalah De Vries.
“De Vries itu adalah pengusaha bengkel pertama di Buitenzorg (Bogor). Awalnya dia dimakamkan di komplek Pemakaman Belanda itu,” ujarnya.
Sekira Tahun 1965-1970 an makam-makam Belanda ini dipindahkan.
Sebagian makam tokoh-tokoh penting dipindahkan ke Taman Prasasti Jakarta.
“Tokoh-tokoh yang punya nama besar dipindahkan ke Taman Prasasti di Jakarta dan sisanya itu ke TPU Gunung Gadung dan sekarang masih ada beberapa eks makam,” ujarnya.
Kini, keheningan masa lalu itu telah sirna, digantikan oleh kesibukan Pusat Grosir Bogor, Jalan Merdeka.
Sejak pemakamannya dimusnahkan pada tahun 1965, tempat ini sempat beralih fungsi menjadi GOR Merdeka dan Gedung KONI, sebelum akhirnya berubah menjadi pusat perdagangan.
“Namun, jauh sebelum itu, di era kolonial, kawasan ini dikenal sebagai Tjikeumeuh Weg dan Kebon Jae, sebuah saksi bisu kejayaan Buitenzorg tempo dulu,” tandasnya.