Sama-sama Lakukan Tendangan Kungfu, Simak Perbedaan Hukuman ala Bhayangkara FC dan Klub Liga 4
Tiffany Marantika Dewi May 01, 2026 03:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Sepak bola Indonesia dikotori dengan aksi tendangan kungfu yang dilakukan para pemainnya.

Dari kelas Liga 4 hingga pemain kelompok usia di liga teratas melakukan hal yang sama.

Namun, Komdis PSSI melakukan hukuman yang berbeda bagi pelaku tendangan kungfu.

Baca juga: Kasus Tendangan Kungfu Fadly Alberto Dilarang Main 3 Tahun, Pemain EPA Dewa United Juga Dihukum

Pemain EPA Bhayangkara FC Fadli Alberto dihukum larangan bermain 3 tahun setelah melakukan tendangan kungfu melawan U-20 Dewa United FC.

Sang pemain Dewa United itu pun juga mendapatkan larangan bermain meski tak sebanyak Fadli Alberto.

Bandingkan dengan para pemain di Liga 4 yang dilarang bermain sepak bola seumur hidupnya.

Berikut rekap hukuman yang diterima para aktor tendangan kungfu sepak bola:

Fadli Alberto

Fadly Alberto mendapatkan larangan hukuman selama 3 tahun, Senin (1/5/2026).

Dikutip dari akun Instagram @fabrizioasia_ dituliskan jika Fadly Alberto resmi mendapatkan larangan bermain selama 3 tahun.

"Fadly Alberto Henga (17/MF ) Resmi mendapat Sanksi Larangan Bermain Selama 3 Tahun, Buntut tendangan Kungfu di EPA U20 beberapa waktu Lalu

Fadly tidak dihukum sendiri, 3 Pemain Bhayangkara Lainya juga dapat hukuman 2 tahun 

Sementara dari Dewa United 3 Pemain EPA juga mendapat hukuman Lebih Rendah 1 Tahun Larangan Bermain sepak bola," tulis akun tersebut.

Sebelumnya, kedua pemain telah bertemu untuk bermediasi.

Dalam acara mediasi itu, keduanya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Termasuk Dewa United U-20 yang tidak mengambil ke jalur hukum akibat kejadian dari Fadly Alberto.

Baca juga: Fadly Alberto Muncul Berjersey Bhayangkara setelah Tendangan Kungfu, Ini Dampak Mahal yang Diterima

Raihan Al Fariq

Aksi kotor Raihan Al Fariq terjadi saat duel kontra Persikaba Blora, di Stadion Krida, Kab Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026).

Dalam laga tersebut, Raihan Al Fariq menendang dada Rizal Dimas Agesta sampai tak bisa melanjutkan pertandingan.

Rizal Dimas Agesta pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Raihan dikenai hukuman berat larangan bermain seumur hidup oleh PSSI.

Tak hanya itu, ia juga dikenai denda administratif Rp 5 juta.

"Komite Disiplin merujuk Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin 2025 memutuskan sanksi hukuman Larangan beraktivitas dan berpartisipasi di Sepakbola dibawah naungan PSSI seumur hidup. 

Serta sanksi denda sebesar Rp. 5.000.000 atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut," bunyi putusan PSSI dalam laman resminya, Kamis (22/1/2026).

Tak hanya itu, perangkat pertandingan pada laga itu pun mendapat hukuman.

Muhammad Hilmi

Muhammad Hilmi sedang ramai jadi perbincangan setelah melakukan aksi tendangan kungfu ke pemain Perseta Tulungagung, Firman.

Aksi brutal itu terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta dalam lanjutan Liga 4 Jawa Timur 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (6/1/2026).

Dalam kejadian itu, Muhammad Hilmi mengangkat kakinya sangat tinggi hingga menerjang dada dari Firman saat perebutan bola.

Baca juga: Viral Aksi Kungfu di Liga 4: Pemain Putra Jaya Buat Pilar Perseta Terkapar, Pelaku Diberhentikan

Baca juga: 5 Nominasi Gol Terbaik PSSI Award 2025: 2 Pemain Persija hingga Striker Timnas Indonesia

Muhammad Hilmi terlihat sangat sengaja untuk mencederai Firman.

Akibatnya, Muhammad Hilmi langsung dapat ganjaran kartu merah dari wasit.

Selain itu, Muhammad Hilmi juga telah dapat hukuman dari klubnya, dengan diberhentikan kontraknya.

Terbaru, Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi kepada Muhammad Hilmi.

Sanksi terberatnya adalah larangan bermain atau beraktivitas di sepak bola selama seumur hidup. (TribunWow.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.