Kisah Maya Buruh Lepas Produksi Sandal, 15 Tahun Kerja Tanpa BPJS Ketenagakerjaan
Malvyandie Haryadi May 01, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maya, seorang buruh lepas yang bekerja di bidang produksi sandal, mengaku sudah 15 tahun tak punya kejelasan status sebagai karyawan tetap maupun jaminan sosial.

"Maksudnya karyawan kita masih 15 tahun ya stuck-nya di gini saja gitu," kata Maya di sela acara May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (01/05/2026).

Maya tentu punya harapan untuk dapat hak kerja yang lebih layak. Namun di satu sisi ia merasa masih perlu pemasukan untuk kebutuhannya.

"Tapi kan dilepas juga sayang, kita masih perlu. Ya kalau perusahaan kayak gitu kan ya mau syukur, enggak ya sudah," kata Maya.

"Namanya kita perlu ya kan, ya sudah ikutin saja prosedurnya," sambungnya.

Selama 15 tahun bekerja, Maya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan harus menanggung sendiri kebutuhan kesehatannya.

"Justru itu kita enggak dapat," ungkap Maya. 

Maya mengaku, selama ini biaya berobat ditanggung secara pribadi.

"Pribadi. Ya minta sehat saja alhamdulillah," ujarnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri peringatan Hari May Day di Monas. 

Dalam acara tersebut, Prabowo berpidato menjanjikan beberapa kebijakan yang berpihak pada buruh, salah satunya adalah tempat penitipan anak atau daycare.

Beberapa kebijakan lainnya juga disinggung, termasuk rativikasi Konvensi 188 tentang perikanan yang berkaitan dengan nelayan.

Sebelumnya Elly, buruh asal Cirebon, mengaku harus bekerja lembur jika ingin memenuhi kebutuhan tambahan seperti liburan hingga skincare di tengah keterbatasan gaji.

Ia mengatakan penghasilannya saat ini masih mengacu pada UMR daerah.

Menurutnya, untuk kebutuhan sehari-hari, gaji tersebut masih tergolong cukup.

Namun, untuk kebutuhan tambahan seperti liburan, ia harus mencari penghasilan lebih melalui lembur.

"Cukup-cukup saja (gaji). Cukup tapi cari lemburan dulu. Liburannya di Jakarta," kata Elly saat diwawancarai di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (01/05/2026).

Ia juga menilai kebutuhan lain seperti perawatan diri juga menjadi tantangan tersendiri.

"Kurang (gaji), kan skincare tiap tahun nambah mahal. Apalagi ditambah bahan pokok juga, buat perawatan kurang," ujar Elly.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat buruh harus cermat dalam mengatur keuangan.

"Ya (gaji) kurang lah. Jadi kita juga harus pintar-pintar membudget uang UMR Cirebon," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.